"Saya banyak belajar dari kegagalan. Tahun 2002 saat belajar di SMA Dwijendra saya juara di kelas, juara II umum. Berprestasi. Tapi krisis karena bom Bali I, penghasilan saya sebagai tukang ukir anjlok. Mengharuskan saya kembali ke kampung, melanjutkan di SMA Silacandra Batubulan," jelasnya.
Lulus SMA, Wahyudi mendapat tiket kuliah di Jurusan Kimia Unud melalui jalur PMDK (penelusuran minat dan kemampuan).
"Tapi saya hanya kuliah 3 bulan. Karena jadwal kuliah padat pagi sampai sore. Saya pikir sore bisa ngukir ternyata tidak. Terpaksa saya balik kampung lagi," kenangnya.
Namun, niatnya mengenyam pendidikan tetap dijaga. Selama 7 bulan pasca berhenti kuliah itu, Wahyudi mengais rejeki.
"Saya cari info, ada kampus bagus yang sesuai dengan minat saya. Masuk UNHI jurusan biologi," ungkap Wahyudi.
Semasa kuliah, Wahyudi aktif mengikuti program beasiswa. Bahkan hingga S3 sepenuhnya ditanggung beasiswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Buron Korupsi Proyek Jalan Gunung Tunak Terdeteksi di Mataram, Kejari: Jangan Coba-coba Melindungi
-
Warning! Pemkot Mataram Larang Dapur Makan Bergizi Pakai Gas Subsidi
-
Kejari Mataram Mulai Bidik Pengurus PMI Terkait Penyelidikan Dana 2025
-
Kenapa Nilai Rupiah Tembus Rp17.500 ? Ini Kata Pengamat
-
Men Jenggo Berpulang, Ternyata Ini Asal Usul Unik 'Nasi Jinggo' Wajib Diketahui Pecinta Kuliner