"Saya banyak belajar dari kegagalan. Tahun 2002 saat belajar di SMA Dwijendra saya juara di kelas, juara II umum. Berprestasi. Tapi krisis karena bom Bali I, penghasilan saya sebagai tukang ukir anjlok. Mengharuskan saya kembali ke kampung, melanjutkan di SMA Silacandra Batubulan," jelasnya.
Lulus SMA, Wahyudi mendapat tiket kuliah di Jurusan Kimia Unud melalui jalur PMDK (penelusuran minat dan kemampuan).
"Tapi saya hanya kuliah 3 bulan. Karena jadwal kuliah padat pagi sampai sore. Saya pikir sore bisa ngukir ternyata tidak. Terpaksa saya balik kampung lagi," kenangnya.
Namun, niatnya mengenyam pendidikan tetap dijaga. Selama 7 bulan pasca berhenti kuliah itu, Wahyudi mengais rejeki.
"Saya cari info, ada kampus bagus yang sesuai dengan minat saya. Masuk UNHI jurusan biologi," ungkap Wahyudi.
Semasa kuliah, Wahyudi aktif mengikuti program beasiswa. Bahkan hingga S3 sepenuhnya ditanggung beasiswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat
-
Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani
-
9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya
-
Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren