SuaraBali.id - Giliran Kabupaten Jember diterjang banjir. Riburan orang menjadi korban dan mengungsi.
Sekitar 500 kepala keluarga atau 1.500 jiwa yang berada di Dusun Bandealit sempat terisolasi karena akses jalan menuju ke sana tertimbun longsor. Petugas bersama warga bergotong royong membuka akses jalan tersebut.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jember hingga 18 Januari 2021 tercatat delapan kecamatan diterjang bencana banjir dan tanah longsor yang tersebar di 18 desa/kelurahan dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 4.178 kepala keluarga (KK).
Tidak hanya rumah warga, sebanyak 12 fasilitas pendidikan, tiga fasilitas umum, dan 42 hektare lahan pertanian juga ikut terdampak bencana alam yang mengepung wilayah Kabupaten Jember tersebut.
Banjir melanda Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Gumukmas, Puger, Tempurejo, Ambulu, dan Jenggawah, sedangkan tanah longsor menerjang Kecamatan Patrang dan Tempurejo.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mendirikan posko dapur umum di Balai Desa Andongrejo. Daerah ini dipilih untuk memenuhi kebutuhan korban terdampak banjir di kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang sulit dijangkau.
Ketua PMI Kabupaten Jember Zaenal Marzuki mengatakan, posko dapur umum untuk membantu kebutuhan di tiga daerah terdampak bencana.
"Kami membuka dapur umum di Balai Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo untuk menyediakan kebutuhan makanan bagi warga terdampak banjir di wilayah yang belum terjangkau yaitu di Bandealit, Andongrejo dan Curahnongko," katanya dikutip dari ANTARA, Kamis (21/1/2021).
Posko ini, lanjut dia, didirikan pada Selasa (19/1) setelah banjir susulan terjadi, sehingga pihaknya merespon cepat dengan menerjunkan Tim Dapur Umum dan berkoordinasi dengan posko terpadu yang ada di Kantor Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.
Baca Juga: 8 Tahun Hadapi Hukum Arab Saudi, TKI Sumarwini Akhirnya Pulang ke Jember
Ia menambahkan, berdasarkan hasil asesmen terakhir, Tim Dapur Umum PMI Kabupaten Jember menyiapkan menu makanan sebanyak 1.300 bungkus dengan rincian sasaran yang tersebar di Desa Andongrejo meliputi Dusun Krajan 1 sebanyak 125 jiwa, Krajan II sebanyak 125 jiwa, Dusun Bandealit sebanyak 600 jiwa.
"Sedangkan untuk korban banjir di Desa Curahnongko sebanyak 450 jiwa dengan rincian di Dusun Teratai sebanyak 200 jiwa dan Dusun Krajan sebanyak 250 jiwa," urainya.
Tim dapur umum PMI dibantu masyarakat sekitar telah memasak dan mendistribusikan makanan pagi dan sore kepada warga korban banjir setiap hari sebanyak 2.600 bungkus dan 100 bungkus untuk personel di kantor Desa Andongrejo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai