Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Senin, 11 Januari 2021 | 10:51 WIB
Mia Zet Wadu atau Mia Trasetyani, pramugari Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh.(dok.Beritabali.com)

Paman dari Mia Trasetyani, Jhonny Lay mengatakan kalau keponakannya merupakan seorang jemaat di sebuah gereja di Denpasar. Mia yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, bagian dari keluarga besar Flobamora Kolorai Hawu di Bali.

"Ya, Pramugari Mia adalah keponakan saya yang ikut di Pesawat Sriwijaya Air. Pesawatnya dilaporkan hilang kontak kemarin," ungkapnya.

Jhonny menyebut Mia sebagai pribadi yang baik, santun dan dekat dengan orangtuanya. Namun ketika komunikasi terakhir dengan orangtua, Mia sempat pamitan bekerja.

"Mama, bapak saya tugas dulu" ucap Jhonny Lay menirukan ucapan Mia ke keluarganya

Baca Juga: Mahasiswa Jogja Lolos dari Maut Sriwijaya Air Jatuh Berkat Perintah Ibu

Menurut Jhonny Lay, ucapan Mia tidak biasanya seperti itu. Biasanya dia mengatakan "Ma, Pa saya mau terbang atau mau Take Off, kemudian nanti setelah sampai dia bilang saya sudah landing. Jadi kemarin dia hanya bilang mau tugas dulu," ungkap Jhonny.

Ilustrasi pesawat maskapai Sriwijaya Air. [Antara/Suriani Mappong]

Sementara sekitar dua minggu lalu, terang Jhonny Lay, Mia sempat meminta ke orangtuanya agar rumahnya dibersihkan, karena dia bersama teman-temannya berencana untuk berlibur ke rumahnya.

Mendapat permintaan itu, orangtuanya kemudian merehab toilet dan membersihkan kamar Mia.

"Ya, sesuai permintaan dia agar rumah dibersihkan, karena Natal kemarin dia tidak bisa pulang, jadi dia pulang mau libur sama teman-temannya," ungkapnya.

Namun hingga kekiniaan, belum ada kabar mengenai Mia Trasetyani. Pihak keluarga pun terus memanjatkan doa demi keselamatan sang putri.

Baca Juga: Hari Ketiga, Basarnas Fokus Evakuasi Korban dan Black Box Sriwijaya Air

Load More