Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Jum'at, 13 November 2020 | 16:56 WIB
Pantai Kuta sepi pengunjung sejak pandemi, Kamis (13/11/2020). (Suara.com/Silfa)
Pasar dan toko Souvenir di Kawasan Legian yang tutup sejak pandemi. (Suara.com/Silfa)

Kendati begitu, ia melihat pelaku pariwisata Bali mulai bangkit beberapa waktu belakangan.

"Ya semua masih sepi tapi sudah ke sini makin bangkit, saya sudah melihat banyak hotel dan vila yang berbenah mungkin karena wisatawan lokal sudah berdatangan," tuturnya.

Seorang pegawai rental motor, Jun, di kawasan Parerenan juga mengeluhkan tidak adanya penyewa motor selama pandemi.

"Motornya sampai berdebu dan saya harus hidupnya mesinnya sesekali setiap minggu untuk pengecekan kelayakan, ya manatahu ada pelanggan. Kami bahkan sewa semurah-murahnya selama pandemi, jika biasanya Rp60 hingga Rp70 ribu perhari untur motor Scoopy dan Vario terbaru, kini cuma Rp0 ribu dan hanya Rp500 ribu perbulan," jelasnya.

Baca Juga: Mampukah Bali Beralih dari Pariwisata dan Bangkit dengan Bertani?

Menurutnya, biasanya rental motor tidak pernah sepi di kawasan wisata. Bahkan sering kehabisan motor untuk direntalkan karena banyaknya turis yang menyewa. Tapi sekarang berbeda, usahanya sepi.

Rental motor di kawasan Pantai Parerenan, Bali. (Suara.com/Silfa)

"Sekarang sudah murah dan dapat motor paling terbaru dan bagus pun masih susah sekali dapat customer, paling lokal itu pun satu-satu," tambahnya.

Penerbangan Internasional Dibuka Desember?

Baru-baru ini, beredar informasi penerbangan internasional dari dan ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali akan dibuka kembali per 1 Desember 2020.

Ternyata kabar tersebut masih sebatas isu. Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Taufan Yudhistira menuturkan pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah.

Baca Juga: Diserbu Wisatawan Lokal, Bali Kini Seperti Tahun 1970-an

Yang jelas hingga saat ini, penerbangan internasional untuk wisatawan mancanegara ke Bali masih ditutup.

Load More