Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita | Mutiara Rizka Maulina
Jum'at, 30 Oktober 2020 | 20:05 WIB
Potret Emanuella memegang pengumuman mencari orangtua kandungnya. - (Twitter/@emmanuellatanz1)

Selanjutnya pada 2013, ia pindah ke Inggris. Setahun kemudian, di 2014 ia melahirkan anak ke-3 dan 4, kembar non-identik. Hal yang mendorongnya untuk mencari tahu adalah rasa penasaran jika saja ia memiliki saudara kembar atau ibunya memiliki saudara kembar. Hatinya pun tergerak, tetapi belum ada tindakan.

Lalu pada 2015 dan 2017 ibunya berkunjung ke Inggris, sedangkan ayahnya sudah meninggal. Banyak kesempatan yang muncul untuk bertanya, tetapi ia urungkan. Di sisi lain, Emanuella berharap, ibunya sendiri yang akan bercerita. Ia bertekad bertanya pada 2019 dan 2020 saat ibunya berkunjung, tetapi gagal karena berhalangan datang.

Awal Agustus 2020, dibantu dengan beberapa orang sahabatnya, ia mulai mencari di lima panti asuhan Katolik yang ada di Sleman dan satu panti asuhan terkenal. Namun, pada akhir bulan disampaikan dari enam tempat tersebut bahwa ia tidak berasal dari sana.

"Saya dapat info lain kalau saya diadopsi dari RS Bethesda di semarang. Saya pun mulai mencari ke RS Bethesda. Tapi saya cari di RS Bethesda Yogya. Karena menurut info dari paman, dia yakin 100% dari Yogyakarta. Selain cari di RS Bethesda, juga cari di RS Panti Rapih," terang Emanuella.

Baca Juga: Hasil Lengkap Liga Champions, Rabu 28 Oktober

Pada 2 Septermber 2020 ia menerima kabar dari RS Bethesda, yang menyatakan, sejak 1982, rumah sakit itu sudah tidak melayani adopsi secara langsung, melainkan melalui Yayasan Sayap Ibu. Bingung harus mencari ke mana lagi, ia kembali menggali informasi dari paman yang menyatakan, proses adopsi dibantu saudara jauh yang tinggal di Yogyakarta.

Emmanuella sendiri mengaku mengenal saudara jauh itu, tetapi sudah lama tidak bertemu -- terakhir pada 2010 di rumah duka ayahnya. Secara singkat, ia kemudian mendapatkan kontak dengan saudaranya tersebut dan mendapatkan beberapa informasi.

Ia lahir di RSIA Pura Ibunda, Sleman, Yogyakarta. Nama dokter pemiliknya adalah Lukas. Yayasan adopsi anak di RS itu diurus oleh wanita bernama Nancy, yang merupakan adik pemilik RS. Informasi terakhir adalah, rumah sakit itu sudah tutup, serta tantenya tidak memiliki nomor telepon dokter itu.

Setelah mencoba mencari lewat media sosial, Emanuella justru dapat nomor tersebut dari anak saudaranya. Setelah dihubungi, dr Lukas mengatakan, sudah tidak memegang dokumennya lagi karena rumah sakit sudah tutup, dan dokter itu sendiri sudah berusia 90 tahun.

Pada 14 September 2020, Emanuella kemudian menelepon Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Dari Dukcapil diberikan nomor WhatsApp untuk melakukan sinkronisasi data, sementara PN mengusulkan untuk menunggu data dari Dukcapil.

Baca Juga: Liverpool Vs Midtjylland: The Reds Susah Payah Menang 2-0

"Cerita pendeknya pada tanggal 24 September saya kirim email photo akta lahir ke PN Sleman dan kirim photo akta lahir ke dukcapil Sleman lewat DM Twitter. Kira-kira hasil seminggu dari tanggal tersebut," cuit Emanuella.

Load More