Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:34 WIB
Unggahan Feby Febiola [Instagram/@febyfebiola_]

Feby menjawab, ia dan sang suami memilih ngekos karena harus mengelola pengeluaran dengan bijak. Baginya ngekos lebih ekonomis.

"Terus kita mikir kita mesti jaga-jaga pengeluaran. Daripada kita jor-joran sewa rumah, penghematan, ngekos,” ungkapnya.

Keduanya sempat beberapa pindah kos dan mencoba peruntungan bisnis. Namun gagal di tengah jalan.

"Kita buka kafe gagal. Terus pindah ke rumah kontrakan yang sederhana. Jangan pikir vila. Ini rumah kontrakan biasa banget," kata perempuan 42 tahun tersebut.

Baca Juga: Dua Kawasan Pantai di Buleleng Akan Dirombak, Ini Alasannya

Beruntung secara perlahan keduanya bisa bangkit. Terlebih setelah Feby dan sang suami membuat komunitas.

Ia mengaku  banyak bertemu dengan orang-orang yang senasib di Bali. Dari komunitas itu juga Feby mendapat energi positif.

"Komunitas ini yang bikin kita grow. Awalnya cuma 4-5 orang sekarang lumayan udah ada 30-an orang. Kita jadi solid banget. Ngerasa banget energinya muncul bisa sharing kita," terangnya.

Load More