Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:42 WIB
Putri Koster menyampaikan rasa bangga karena salah satu kain tenun tradisional Bali dilirik Dior. (ist/dok.Kabarnusa.com)

Selanjutnya, pihak Dior juga harus memahami bahwa endek bukanlah tenun yang bisa diproduksi secara massal dengan motif dan warna yang seragam.

"Kain kita ini punya keterbatasan dalam produksi, selain itu dalam teknik pewarnaan sangat dipengaruhi oleh sinar. Jadi, celupan pertama dan berikutnya pasti akan ada perbedaan," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut justru menjadi keunggulan dari kain endek karena sifatnya yang limited edition.

Adapun syarat lain yang ditawarkan dalam kerja sama ini adalah keterlibatan eksportir putra daerah Bali.

Baca Juga: Kabar Baik! Bali Punya Laboratorium PCR Baru di RSD Mangusada

Putri Koster mengatakan sejumlah syarat yang diutarakannya itu murni dalam bidang tugasnya selaku Ketua Dekranasda yaitu menjaga kelestarian tenun tradisional.

Kain endek Bali diperagakan dalam Paris Fashion Week pada Selasa sore (29/9) di Jardin de Tuileries. (Instagram/@dior)

Kadisperindag Wayan Jarta mengatakan pihaknya secara intensif telah melakukan komunikasi dengan pihak Dior dan juga jajaran Kemenlu.

Dari hasil koordinasi, diperoleh informasi bahwa pemilihan kain endek yang diperagakan pada pembukaan Paris Fashion Week di Jardin de Tuileries, Paris, Selasa (29/9) itu diperoleh dari hasil searching di internet. 

Pihaknya pun telah menghubungi produsen pemasok kain endek yang diperagakan pada ajang tersebut.

"Kami sempat hubungi dan ketika kami sampaikan bahwa syaratnya harus perajin lokal Bali, mereka angkat tangan," ujarnya.

Baca Juga: Keindahannya Tak Bisa Dianggap Remeh, Intip Pesona Pulau Menjangan di Bali

Disperindag Bali akan mengawal kerja sama ini untuk menjamin pasokan bahan benar-benar berasal dari Bali. Pihak Pemprov Bali juga berharap bisa bertemu langsung dengan tim dari rumah mode Christian Dior untuk membicarakan kerja sama ini. (Antara)

Load More