- Dua sopir truk kakak-beradik asal Bali menjadi korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Minggu, 13 September.
- Kedua korban berangkat dari Surabaya menuju Kalimantan pada 10 September untuk mengirim sarana upacara agama menggunakan truk.
- Hingga kini, keluarga korban belum menerima kabar resmi terkait kondisi dan keberadaan mereka dari petugas berwenang.
SuaraBali.id - Dua kakak-beradik asal Dusun Capunggung, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali, menjadi korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa.
Kepala Dusun Capunggung, I Ketut Adnyana mengatakan kedua warganya tersebut bernama I Kadek Sayoga Putra dan I Putu Pramana Yoga dan keduanya sopir truk.
"Iya, kakak-beradik. Kalau dari pihak keluarganya (informasinya) penumpang di Kapal Virgo," kata Adnyana, saat dikonfirmasi Selasa (15/9).
Ia menerangkan, orang tua kedua korban telah menyampaikan bahwa anak mereka berada di dalam kapal tersebut. Dan KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 01.30 WIB.
Baca Juga:Niat Nikahin Anak, Pria di Bali Malah Gasak Sertifikat Tanah dan BPKB Calon Mertua Senilai Rp83 Juta
Adnyana juga menuturkan, kedua warganya itu sudah tidak dapat dihubungi,"Kepastian keberadaannya bagaimana, itu belum ada info sampai sekarang," imbuhnya.
Dia menyampaikan, kedua kakak-beradik tersebut berangkat menuju Kalimantan untuk mengirim barang-barang sarana upacara agama dari Bali, pada Kamis (10/9) dari Bali ke Surabaya, Jawa Timur.
"Mau berangkat ke Kalimantan. Hari Kamis tanggal 10, berangkatnya dari Surabaya bawa mobil truk ini, dia jualan alat-alat keperluan orang Bali di sana," jelasnya.
Selain itu, keluarga juga sempat dimintai dokumen kependudukan seperti KTP untuk membantu proses pendataan.
Namun, hingga kini keluarga belum mendapat pemberitahuan resmi mengenai kondisi keduanya dari petugas terkait.
Baca Juga:Spanyol Minta Perpanjangan Pencarian Korban KM Putri Sakinah
"Belum ada kabar. Ini dari pihak keluarga masih menunggu kabar dari resmi pemerintah," ujarnya.
Pihak keluarga kini masih menunggu kepastian mengenai keberadaan mereka, termasuk hasil pendataan dari petugas di lokasi kecelakaan.
"Harapannya pasti ingin anaknya selamat. Dan cepat dapat informasi yang pasti. Artinya kami keluarga mengharapkan selamat gitu," ujarnya.
Kontributor : M Dafi