- Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan tiga ekskavator untuk mempercepat pemadaman sisa api di Jalan Nakula, Denpasar, yang diperkirakan padam pada Kamis.
- Pemerintah Kota Denpasar menyalurkan bantuan dasar serta mendata 85 kepala keluarga terdampak kebakaran yang terjadi pada Senin malam.
- Polresta Denpasar masih menyelidiki penyebab kebakaran bedeng dan gudang rongsokan yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas.
SuaraBali.id - Kebakaran lahan dan permukiman bedeng di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, diperkirakan sepenuhnya akan padam pada Kamis (3/9) esok.
Di sisi lain, proses pemadaman kebakaran di Jalan Nakula hingga Rabu (2/9) siang masih berlangsung.
Untuk mempercepat penanganan titik api yang berada di bawah tumpukan puing dan sampah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar mendatangkan tiga unit ekskavator untuk melakukan penggarukan.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan penggunaan ekskavator diperlukan agar titik api yang berada di bawah tumpukan material dapat dijangkau.
Baca Juga:Dua Kali Sebulan Terbakar! 2 Hektare Hutan Gunung Batur Kintamani Ludes
“Tanpa ekskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita semprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk ekskavator baru kita semprot,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9) sore.
Menurut Tirana, teknik tersebut juga pernah diterapkan dalam penanganan kebakaran di TPA Suwung di Denpasar, dan dinilai lebih efektif untuk memastikan titik api di bawah tumpukan material dapat benar-benar padam.
Ia memperkirakan apabila proses penggarukan berjalan sesuai rencana, api dapat benar-benar padam pada Kamis (3/9) pagi.
"Saat ini titik api disebut telah berkurang dan sebagian besar yang terlihat hanya berupa asap," imbuhnya.
Armada Damkar Kota Denpasar yang masih dilibatkan dalam penanganan mencapai sembilan unit, sementara dari sebelumnya sebanyak 12 unit. Selain itu, 3 unit armada Damkar Kabupaten Badung turut diperbantukan.
Baca Juga:Karhutla Meluas di Bali, BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang
Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memastikan penanganan pascakebakaran akan terus dilakukan secara bertahap, mulai dari memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendataan, hingga pemulihan kondisi sosial dan psikologis masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Gusti Ayu Laxmy Saraswati, didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika, mengatakan hingga saat ini tercatat sebanyak 85 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Pada tahap awal semua warga terdampak telah dievakuasi. Meski warga terdampak merupakan warga luar Denpasar, bantuan kemanusiaan tentu tetap kami jalankan terhadap musibah yang terjadi,” ucap Laxmy.
Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus memberikan perhatian dan penanganan terhadap warga terdampak kebakaran.
Selain memastikan proses pemadaman berjalan maksimal, Pemkot Denpasar melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga bergerak memberikan layanan kesehatan, bantuan logistik, makanan, hingga pendampingan psikososial bagi para korban.
Penanganan warga terdampak dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta OPD terkait lainnya.