- Dua santri korban pembakaran di Pondok Pesantren Lombok Tengah kini berangsur pulih dan siap kembali mengikuti kegiatan belajar.
- Pemerintah Provinsi NTB memastikan seluruh biaya pengobatan medis dan pendampingan psikologis korban ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
- Kasus ini mendapatkan perhatian publik luas sehingga proses hukum berjalan transparan dan penanganan medis menjadi jauh lebih responsif.
Perhatian juga datang dari Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang menyempatkan diri menjenguk korban.
Dalam kunjungannya, Wagub NTB memastikan bahwa seluruh penanganan medis akan dilakukan secara maksimal di RSUD Provinsi NTB dengan pembiayaan yang ditanggung langsung oleh pemerintah daerah.
"Hari ini, setelah kasus ini bergulir dan menjadi perhatian publik, salah satu korban memang masih membutuhkan pengobatan lebih lanjut. Setelah proses asesmen selesai di Unram, korban akan dirawat intensif di RSUD Provinsi NTB," ujar Wagub.
Tak hanya kesembuhan fisik, Pemprov NTB juga menaruh perhatian serius pada pemulihan psikologis korban.
Baca Juga:Kementerian HAM Kawal Pemulihan Santri Korban Pembakaran di Lombok
Wagub berharap pendampingan psikologis dapat menghilangkan trauma korban agar bisa kembali bersekolah dengan percaya diri.
"Nanti jika traumanya sudah hilang, dia akan siap untuk belajar lagi," pungkasnya.
Kontributor : Buniamin