- Salat Witir merupakan penutup rangkaian salat malam dan hukumnya sunah muakkad berdasarkan anjuran Rasulullah SAW.
- Waktu pelaksanaan Salat Witir adalah antara Salat Isya' hingga sebelum Subuh, dengan waktu terbaik menjelang akhir malam.
- Salat Witir dikerjakan dalam jumlah rakaat ganjil (1, 3, 5, 7, 9, atau 11) dan tata caranya meliputi rukun salat.
SuaraBali.id - Dalam melakukan Salat Tarawih di Bulan Ramadan pasti tidak lepas dari Salat Witir. Salat ini dilakukan untuk penutup dari rangkaian Salat malam, seperti Tarawih maupun Tahajud.
Rasulullah SAW menganjurkan Salat Witir dan hampir tidak pernah meninggalkannya. Dalam hadis Riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa witir adalah hak bagi setiap Muslim.
Sehingga para ulama menilai hukumnya adalah sunah muakkad (atau sunah yang sangat dianjurkan). Jika dilakukan mendapatkan pahala, jika ditinggalkan tidak berkonsekuensi dosa.
Salat Witir ini sendiri dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, sesuai dengan Namanya “Witir” yang berarti ganjil.
Baca Juga:Fadhilah Mengerjakan Salat Tarawih di Malam ke-8 Hingga 14
Lantas kapan pastinya waktu pelaksanaan Salat Witir ini?
Waktu Salat witir dimulai setelah Salat Isya’ hingga sebelum masuk waktu Subuh. Sehingga bisa dilakukan setelah Isya’ langsung, setelah Tarawih (di Bulan Ramadan), ataupun setelah tahajud di sepertiga malam terakhir. Namun waktu terbaik dilakukan di akhir malam.
Berapa Jumlah Rakaat Salat Witir?
Salat Witir memang dilakukan dalam jumlah rakaat ganjil. Namun tidak hanya 3 rakaat saja, melainkan bisa 1 rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat, 7 rakaat, 9 rakaat, maupun 11 rakaat. Namun yang paling umum dikerjakan adalah 1 atau 3 rakaat.
Bagaimana Tata Cara Salat Witir 3 Rakaat?
Baca Juga:Awas Gula Darah Naik! Ini 5 Ide Takjil Manis Menyegarkan Tanpa Gula dan Sirup
Selayaknya Salat sunah pada umumnnya, Salat Witir juga mempunyai syarat dan rukun yang harus dipenuhi, yaitu mulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, membaca al-Fatihah, ruku’, I’tidal, sujud dan lainnya.
Berikut niat Salat Witir:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat Salat sunah Witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat Salat sunah Witir dua rakaat karena Allah ta’ala.”
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat Salat sunah Witir tiga rakaat karena Allah ta’ala.”
Dalam praktiknya, Salat Witir banyak dikerjakan sebanyak 3 rakaat. Ada dua cara populer untuk 3 rakaat, yakni dua rakaat salam lalu satu rakaat salam dan tiga rakaat satu salam tanpa tasyahud awal (langsung tasyahud akhir). Berikut Langkah detailnya (versi dua salam):
1. Rakaat Pertama
- Niat dalam hati
- Takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat pendek (biasanya Al-A’la)
- Ruku’. I’tidal.
- Sujud, duduk, sujud.
- Berdiri ke rakaat kedua
2. Rakaat Kedua
- Al-Fatihah
- Surat Pendek (biasanya Al-Kafirun)
- Ruku’. i’tidal
- Sujud dua kali
- Tasyahud akhir
- Salam
3. Rakaat Ketiga
- Berdiri kembali
- Al-Fatihah
- Surat pendek (biasanya Al-ikhlas)
- Ruku’. I’tidal
- Sujud dua kali
- Tasyahud akhir
- Salam
Dalam banyak Riwayat, Rasulullah SAW membaca doa Qunut pada rakaat terakhir witir, terutama di pertengahan akhir Ramadan. Doa Qunut witir dibaca setelah I’tidal sebelum sujud. Namun perlu dipahami, membaca Qunut witir adalah sunah, jika tidak membaca qunut, salat tetap sah.
Apa saja keutamaan Salat Witir?
Salah satu hadis Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan Salat Witir:
إِنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلاَةٍ هِىَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ، وَهِىَ لَكُمْ مَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْر
Artinya: “Sesungguhnya, Allah SWT telah menyediakan kepada kalian semua sebuah Salat, yang ia lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu Salat Witir, dan menjadikannya berada di antara Salat Isya’ hingga terbitnya fajar (shadiq)” (HR Abu Daud).
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa umat islam yang mengerjakan Salat Witir mendapatkan pahala yang lebih besar dan lebih banyak. Karena Salat Witir sebagai pelengkap dan penyempurna ibadah wajib.
Kontributor : Kanita