- Presiden Jokowi menyoroti literasi keuangan digital Indonesia baru 35,5% dan meminta perusahaan fintech perluas peran.
- Indeks inklusi keuangan Indonesia 76% pada 2019 masih tertinggal dibandingkan negara ASEAN tetangga lainnya.
- Pelaku tekfin diminta mitigasi risiko dan tata kelola baik untuk layanan aman serta pengembangan UMKM.
Namun, ia menyoroti masih ada sejumlah risiko dalam sektor keuangan digital. Beberapa di antaranya seperti misinformasi, kesalahan pada transaksi, serta penyalahgunaan data pribadi. Terlebih lagi, regulasi keuangan non bank tidak ketat seperti regulasi perbankan.
Oleh karena itu, Jokowi meminta pelaku tekfin memperkuat tata kelola yang baik dan akuntabel serta mitigasi berbagai risiko. Dengan cara tersebut, industri tekfin dapat memberikan layanan yang aman bagi masyarakat.
“Serta memberikan kontribusi besar bagi pengembangan UMKM dan perekonomian nasional,” kata Jokowi.
1. Menurut wacana tersebut, rendahnya akses keuangan digital di Indonesia bisa ditingkatkan dengan cara….
Baca Juga:Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X Halaman 46: Struktur Virus Bakteriofag dan Koronavirus
a. Mengembangkan teknologi finansial.
b. Mendorong literasi finansial.
c. Mencermati indeks inklusi keuangan.
d. Memperkuat tata Kelola UMKM.
Jawaban: A
Baca Juga:Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas IV Halaman 93: Uji Kompetensi
2. Perhatikan kalimat di awal paragrat ketiga berikut:
“Namun, ia menyoroti masih ada sejumlah risiko dalam sektor keuangan digital. Beberapa di antaranya seperti misinformasi, kesalahan pada transaksi, serta penyalahgunaan data pribadi.”
Solusi yang dapat dilakukan oleh Masyarakat sebagai pengguna keuangan digital untuk mengantisipasi hal tersebut adalah…
a. Meningkatkan partisipasi dalam layanan keuangan.
b. Mengasah kemampuan literasi finansial.
c. Mendorong kebijakan hukum yang tegas dari pihak berwenang.