- Tradisi Megibung, warisan budaya Bali, dilestarikan muslim setempat menjelang Ramadan.
- Tradisi Megibung diperkenalkan oleh Raja Karangasem pada tahun 1692 Masehi saat istirahat perang.
- Megibung merupakan makan bersama yang ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sejak 2018.
Seperti sebelum makan harus cuci tangan, tidak menjatuhkan remah / sisa makanan dari suapan, tidak mengambil makanan disebelah, jika salah satu sudah puas dan kenyang dilarang meninggalkan temannya.
4. Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Megibung sudah menjadi tradisi turun menurun di Karangasem. Tradisi Megibung ini termasuk seni Budaya Bali yang ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada 2018.
Salah satu alasan tradisi Megibung tetap dilestarikan sampai saat ini adalah karena nilai kebersamaan dalam tradisi ini sangat kuat.
Baca Juga:Ingin Tetap Langsing Saat Puasa? Ini Tips Diet di Bulan Ramadan
Makna filosofis dari tradisi ini adalah makan bersama dalam satu wadah melambangkan Rasa Kebersamaan, Kesetaraan, dan menjunjung tinggi nilai – nilai kekeluargaan.
Selain itu, manfaat dari tradisi Megibung ini juga dapat mempererat tali persaudaraan, melestarikan budaya leluhur.
Menumbuhkan rasa Syukur, memperkuat kerukunan Umat Beragama, memupuk sikap sederhana, dan sebagai sarana silaturahmi antar warga.
Kontributor : Kanita
Baca Juga:Kepala Kantor BPN Bali Lawan Penetapan Tersangka Lewat Praperadilan