Makam Jenderal Belanda Jadi Tempat Wisata Sejarah di Mataram

Sejumlah makam pahlawan hingga tokoh agama menjadi wisata religi dan sejarah

Muhammad Yunus
Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:50 WIB
Makam Jenderal Belanda Jadi Tempat Wisata Sejarah di Mataram
Monumen general major PPH Van Ham di Mataram jadi obyek wisata [Suara.com/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Monumen Jenderal Van Ham di Mataram menjadi bukti sejarah gugurnya ia dalam pertempuran melawan Kerajaan Mataram tahun 1849
  • Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro merupakan situs wisata religi penting yang dikunjungi masyarakat lokal maupun luar daerah
  • Dinas Pariwisata Kota Mataram berupaya mengembangkan potensi wisata sejarah seperti makam pahlawan dan tokoh agama setempat

SuaraBali.id - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki banyak sekali wisata sejarah. Sejumlah makam pahlawan hingga tokoh agama menjadi wisata religi dan sejarah baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu makam yang banyak dikunjungi khusus orang-orang belanda yaitu monument general major PPH Van Ham.

Dimana, berdasarkan informasi yang ada pada 5 Juli 1849 silam, ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Jendral JAPPH Van Ham tiba di Pelabuhan Ampenan.

Dalam ekspedisi tersebut, terjadi pertempuran pasukan Belanda dengan pasukan Kerajaan Mataram.

Baca Juga:Wajib Dibawa Pulang! 7 Oleh-Oleh Khas Bali Paling Unik

Sehingga menewaskan Mayor Jenderal Van Ham. Jenazah jendral tersebut dimakamkan di dekat Makam Umat Hindu di Karang Jangkong Kota Mataram dan sekitar 1 km dari pusat Kota Mataram kala itu.

Di tempat tersebut didirikan monumen peringatan gugurnya van Ham. Sampai saat ini, monumen tersebut sering dikunjungi wisatawan Belanda yang berkunjung ke Kota Mataram.

Sebagai salah satu upaya identifikasi dan pengembangan potensi wisata sejarah yang ada di Kota Mataram, Dinas Pariwisata melakukan pemantauan.

Makam Mayor Jenderal Van Ham di Mataram, Nusa Tenggara Barat [Suara.com/Buniamin]
Makam Mayor Jenderal Van Ham di Mataram, Nusa Tenggara Barat [Suara.com/Buniamin]

Karena penataan tidak saja dilakukan di destinasi wisata alam, melainkan juga wisata sejarah atau heritage.

“Keberadaan makam ini menjadi bukti sejarah perjalanan panjang pulau Lombok serta simbol toleransi dan akulturasi budaya yang unik. Situs sejarah berada di kawasan suci Pura,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra.

Baca Juga:Wajib Coba! 5 Kuliner Bali yang Rasanya Bikin Nagih

Tidak saja monument PPH. Van Ham, di Kota Mataram juga terdapat makam yang dikeramatkan oleh masyarakat.

Bahkan dalam berbagai acara besar keagamaan sering menjadi pusat kegiatan. Seperti Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro.

Di Makam Loang Baloq yang ada di Kecamatan Sekarbela tersebut terdapat beberapa makam tokoh agama salah satunya seperti Syekh Gaus Abdul Razak.

Di destinasi wisata tersebut tidak saja makam tokoh-tokoh penyebar agama Islam, melainkan juga destinasi wisata pantai sehingga melengkapi tempat rekreasi masyarakat.

Uniknya di makam Loang Baloq, terdapat pohon beringin besar yang menyelimuti makam tersebut.

Akar-akar pohon beringin sering diikat oleh para pengunjung sambil mengucapkan doa-doa atau keinginannya.

Setiap hari masyarakat berkunjung ke Makam tersebut. Namun ketika hari besar keagamaan menjadi pusat acara.

Berbagai kegiatan masyarakat dipusatkan di makam tersebut, mulai dari doa, zikir hingga akikah anak.

Selain Makam Loang Baloq, di Kota Mataram juga terdapat Makam Bintaro yang ada di Kecamatan Ampenan. Kunjungan ke makam ini tidak hanya masyarakat local melainkan juga dari luar daerah.

Makam Loang Baloq di Nusa Tenggara Barat jadi tempat ziarah warga [Suara.com/Buniamin]
Makam Loang Baloq di Nusa Tenggara Barat jadi tempat ziarah warga [Suara.com/Buniamin]

Tokoh yang dimakamkan di Makam Bintaro yaitu Habib Hussein bin Umar Al-Mashur. Ia berasal dari Hadramaut, Yaman, dan dikenal sebagai penyebar Islam yang datang ke Lombok pada sekitar tahun 1865.

Kunjungan masyarakat ke makam tersebut tidak praktik spiritual melainkan juga menjadi sebuah tradisi masyarakat. Baik yang ada di Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah dan daerah-daerah lainnya.

Ada yang datang ke makam untuk berdoa sebelum berpergian. Bahkan pada saat musim haji jumlah kunjungan sangat ramai.

Kegiatan yang dilakukan masyarakat sangat sederhana yaitu datang duduk bersila sambil zikir dan doa. Terakhir biasanya menyiramkan air di makam serta menaburi bunga rampai.

Kontributor: Buniamin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak