- Banjir ekstrem merusak komponen mobil; penanganan tergantung tingkat korosi dan jenis air yang memengaruhi.
- Perawatan penting meliputi pengeringan komponen vital, pembersihan total interior-eksterior, dan pengecekan cairan mobil.
- Setelah perawatan dasar, lakukan pengosongan tangki BBM serta pemeriksaan sistem pengereman sebelum servis menyeluruh di bengkel.
SuaraBali.id - Musim hujan yang ekstrim hingga menimbulkan banjir rupanya membawa dampak buruk untuk mobil.
Sekilas, kendaraan tersebut hanya terlihat terendam air. Padahal, kandungan air banjir tersebut bisa merusak berbagai komponen mobil.
Hal ini yang perlu diperhatikan dan menjadi catatan, agar mobil yang terendam banjir bisa segera diatasi.
Namun, sebenarnya mobil yang terkena banjir ini harus diperbaiki atau hanya perlu perawatan kecil saja?
Baca Juga:5 SUV Paling Laris Akhir 2025: Dari Hybrid Canggih Sampai Harganya 200 Jutaan
Semuanya sesuai dengan beberapa faktor, seperti Tingkat korosi pada kendaraan, jumlah komponen yang perlu diganti, hingga jenis air yang memengaruhi kendaraan.
Sehingga, kondisi mobil yang terendam banjir pada umumnya dapat diperbaiki dan dilakukan perawatan sesuai dengan komponen yang terendam banjir.
Berikut Langkah – Langkah cara perawatan mobil bekas banjir:
1. Keringkan Komponen Kendaraan
Perawatan pertama yang harus dilakukan yakni dengan mengeringkan seluruh komponen kendaraan.
Baca Juga:BRI Salurkan Bantuan Untuk Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Sumut-Sumbar
Seperti contohnya pada busi, saluran angin, saringan angin, karbutator, coil, delco, alternator, dinamo starter, V-belt dan rangkaian kabel.
Bersihkan bagian – bagian tersebut dengan lap kering. Untuk kabel kelistrikan semprot bagian yang terkena air menggunakan kompresor atau hair dryer.
2. Pembersihan Bagian Mobil (Eksterior dan Interior)
Kondisi mobil yang terendam banjir hingga menggenang, maka perlu dilakukan pembersihan interior secara total dengan membongkar karpet, matras hingga jok mobil.
Gunakan vakum maupun kain untuk membersihkan bagian interior mobil.
Selain itu, filter AC juga sering terkontaminasi kotoran banjir. Bersihkan atau Ganti filter AC untuk menjaga sirkulasi udara tetap segar di dalam mobil.
Untuk bagian eksterior, bersihkan kolong mobil dan mesin. Dibagian – bagian tersebut biasanya terdapat lumpur maupun kotoran lainnya.
Sikat dan siram dengan air bersih, termasuk bagian suspense, rem dan knalpot.
3. Cek Cairan di Mobil
Setelah mobil terendam banjir, biasanya yang perlu diperhatikan adalah fluida atau cairan penting di mobil.
Contohnya seperti oli mesin, oli transmisi, dan minyak rem harus dicek.
Apabila cairan tersebut bercampur dengan air maupun bercampur satu sama lain, maka kinerja komponen akan terganggu, bahkan bisa merusak hingga menimbulkan karat.
4. Kosongkan Tangki Bahan Bakar
Air banjir yang merendam mobil memang belum tentu masuk ke dalam tangki bahan bakar.
Namun alangkah baiknya sebagai antisipasi, kosongkan tangki bahan bakar dengan mengurasnya.
Pastikan terkuras sampai kosong, dan kemudian isi Kembali dengan bahan bakar yang baru. Apabila tercampur dengan air bekas banjir, akan berpotensi merusak mesin mobil.
5. Periksa Pengereman
Air genangan banjir ini dapat menyebabkan sistem pengereman bermasalah atau bekerja kurang maksimal.
Maka dari itu wajib untuk diperiksa, dengan cara melepas roda dan buka perangkat rem. Bersihkan dan keringkan kanvas rem, piston caliper serta karet tromol.
Apabila terkena air, kanvas rem biasanya akan mengeras. Maka dari itu untuk membersihkannya, perlu diampelas.
Itulah beberapa Langkah perawatan mobil yang pernah terendam banjir.
Selain melakukan kelima hal tersebut, pemilik mobil masih perlu melakukan servis berkala di bengkel resmi.
Hal ini untuk memastikan bahwa mesin, sistem kelistrikan, rem hingga interior mobil benar – benar bebas dari kerusakan.
Langkah lanjutan ini perlu dilakukan agar kerusakan tidak muncul Kembali dalam jangka panjang.
Kontributor : Kanita