Ekonom ini Usulkan IKN Jadi Panti Pijat: Lucu Aja Kota Muncul dari Dalam Hutan

Ekonom Prof. Ferry Latuhihin kritik IKN sebagai kota "lucu" karena muncul tiba-tiba dari hutan tanpa sejarah. Ia bandingkan dengan Jakarta.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 08 November 2025 | 09:36 WIB
Ekonom ini Usulkan IKN Jadi Panti Pijat: Lucu Aja Kota Muncul dari Dalam Hutan
Istana Garuda di IKN. [Ist]
Baca 10 detik
  • Pengamat Ekonomi sebut IKN kota aneh karena tidak punya sejarah dan tiba-tiba muncul dari hutan.
  • Menurutnya, sebuah kota harus punya proses historis, tidak dibangun dalam waktu singkat.
  • Media asing khawatir IKN jadi 'Ghost City', masalah yang sudah diprediksi ahli sebelumnya.

SuaraBali.id - Pengamat Ekonomi, Prof Ferry Latuhihin berpendapat bahwa sebuah wilayah bisa disebut dengan kota apabila memiliki sejarah.

Secara tidak langsung, Latuhihin menyentil soal adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Menurut Latuhihin, IKN adalah kota yang lucu dan aneh, pasalnya tiba – tiba muncul dari dalam hutan.

“Ya kalau IKN ini kan lucu, bagaimana sih tiba – tiba ada kota muncul dari dalam hutan? Kan nggak ada,” ujar Latuhihin, dikutip dari youtube Hendri Satrio Official, Jumat (7/11/25).

Baca Juga:Istana Wapres IKN Lebih Mewah dari Istana Presiden? Ini Kata Profesor Sulfikar Amir

Latuhihin kemudian mencontohkan dengan Kota Jakarta yang lahir melalui berbagai Sejarah, mulai dari zaman penjajahan Belanda hingga menjadi kota Budaya.

“Yang namanya kota itu adalah satu, kota itu tidak tiba – tiba muncul, kota itu punya Sejarah, kayak Jakarta ini kan Sejarah penjajahan dari zaman VOC lantas berkembang menjadi suatu kota perdagangan, dari kota perdagangan muncul kota budaya,” urainya.

Menurut Latuhihin sebuah kota tidak bisa dibangun dalam satu malam. Perumpamaan itu sebagai sebutan IKN yang diciptakan hanya beberapa tahun saja.

“Itu kota loh, nggak bisa dibangun dalam satu malam,” sebut Latuhihin.

“Tiba – tiba dari hutan muncul kota, itu sudah salah,” imbuhnya.

Baca Juga:Garuda Indonesia Terbang Perdana Denpasar-Balikpapan, Permudah Koneksi Pintu Masuk IKN

Bukan hanya Kota Jakarta, Latuhihin mengatakan bahwa semua kota pasti memiliki Sejarah sendiri – sendiri, sehingga tidak secara dadakan lahirnya.

“Yang namanya kota adalah satu historical proses. Mau ngomong kota apa saja punya sejarahnya. Misalnya Amsterdam, bagaimana kota itu dulu menjadi gate dari orang – orang Yahudi yang dikejar – kejar oleh Gereja Katolik di abad ke – 12. Mereka lari ke Amsterdam, Amsterdam terkenal dengan berlian yang luar biasa kan ya. Karena memang pekerjaan Yahudi itu ya dagang berlian, gitu loh,” urainya.

“Jadi setiap kota itu ada sejarahnya. Enggak ujuk – ujuk dari hutan tiba – tiba muncul satu kota gitu loh, ya simsalabim, hah gitu kan, itu sudah salah,” tambahnya.

Saat ditanya pendapatnya soal IKN akan dijadikan apa ke depannya, Latuhihin justru menyebut sebagai tempat panti pijat.

“Ya gini, jadiin ini saja tempat panti pijat, haha. Mungkin laris ya, haha,” jawabnya sembari bercanda.

IKN Disebut Media Asing Jadi Ghost City

Media asing asal Inggris, The Guardian memuat artikel berjudul Indonesia’s new Capital, Nusantara, in danger of becoming ‘ghost city’ pada rabu 29 Oktober 2025 lalu.

Menanggapi hal ini, menurut Peneliti Profesor Sulfikar Amir sebutan Ghost City di sebuah kota maupun negara sudah sangat biasa.

“Fenomena Ghost town atau Ghost city inikan bukan yang pertama kali di IKN. Di negara – negara lain juga terjadi, biasanya karena adanya masalah financial yang berkurang, sehingga mereka tidak bisa mencapai target yang ingin dikejar,” terang Sulfikar.

“Tapi ada juga proyek yang skalanya besar dan dukungan financialnya besar, tetapi tetap saja jadi Ghost Town, salah satunya dulu di China,” tambahnya.

Sulfikar menilai bahwa masalah soal IKN satu per satu yang muncul belakangan ini adalah risiko yang sudah diprediksi 4 tahun lalu. Sehingga semuanya tidak begitu membuatnya heran.

“Kalau kita lihat sekarang yang muncul itu adalah satu persatu masalah yang sudah diprediksi oleh para ilmuwan dan ahli perkotaan 3 -4 tahun yang lalu ketika Pak Jokowi ngotot mau memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur,” kata Sulfikar.

“Jadi masalah lingkungan, masalah air sudah dibilangi, tentang potensi banjir, lalu kemudian masalah sosial, dan terakhir masalah potensi penyakit ya, kan malaria dan sebagainya disana kan luar biasa,” tambahnya.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini