Kemudian sang kakek bercerita jika beberapa waktu yang lalu saat ada Odalan (Acara Sembahyang) ia ingin mengikutinya, namun tak memiliki udeng.
Hal ini sontak membuat hati si pembeli sate itu sedih. Ia kemudian memberikannya udeng berwarna hitam itu untuk si kakek.
Layaknya seorang pembeli, si kakek mengatakan jika dirinya akan membayar udeng tersebut, namun tak diperbolehkan dan hanya diberikan secara cuma-cuma.
"Awalnya bapaknya nanya harga, tapi aku kasih aja buat bapaknya," ungkap si pembeli.
Kontributor: Kanita Auliyana Lestari