Sejarah Tari Kecak Bali yang Kini Jadi Banyak Disukai Wisatawan

Cak, Cak, Cak suara khas yang akan terdengar saat menikmati tarian ini. Tarian Kecak diperankan oleh 50 sampai 150 orang penari.

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 24 Agustus 2023 | 18:29 WIB
Sejarah Tari Kecak Bali yang Kini Jadi Banyak Disukai Wisatawan
Sejumlah penari tampil saat pembukaan kembali atraksi wisata Tari Kecak Uluwatu di kawasan Uluwatu, Badung, Bali, Sabtu (31/10/2020). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Wayan Limbak merupakan seorang figur pencipta dari Tari Kecak. Di tahun 1930, Ia memperkenalkan tarian ini ke berbagai negara, dengan dibantu oleh seorang pelukis dari Jerman bernama Walter Spies.

Para penari laki-laki yang menari ini, akan menyerukan kata berupa “cak, cak, cak”. Dari seruan tersebutlah nama Kecak tercipta.

Tak hanya menyerukan kata itu saja, para penari ini juga diiringi dengan alunan musik berupa suara kerincingan. Suara itu muncul dari kincringan yang diikatkan pada kaki penari dari pemeran tokoh Ramayana.

Di dalam lingkaran tersebut, para penari kemudian beraksi. Dengan memainkan sejumlah tarian yang diambil dari beberapa episode cerita Ramayana yang berusaha untuk menyelamatkan Shinta dari tangan jahat Rahwana. Tak sedikit dari Tari Kecak ini pun melibatkan pengunjung yang tengah menyaksikan aksi tarian tersebut.

Baca Juga:Bule Angkat Barbel di Tengah Macet Viral, Warganet Heran

Sejarah Tari Kecak

Alasan Walter membantu Wayan Limbak menciptakan sebuah tarian ini, yaitu karena Walter sangat tertarik dengan kesenian tradisional satu yakni Tari Kecak. Serta mempunyai ketertarikan dengan sejumlah ritual tradisional yang masih cukup kental.

Dari tradisi Sanghyang, diangkatlah seni tari ini dari sejumlah bagian dari kisah Ramayana. Sementara itu, asal tarian ini tercipta dari teriakan atau seruan kata yang muncul dari bibirnya yang berbunyi dan bernama “cak cak cak” ketika dimainkannya atau dipertunjukkan.

Sebab, tarian ini diiringi oleh alunan musik yang berasal dari kerincingan para penari. Suaranya yang khas itulah menjadi daya tarik tersendiri bagi Tari Kecak ini. Serta memberikan kesan bagi para penonton yang melihat pertunjukan dan mendengar suara kerincingan tersebut.

Walter, dan Wayan berdiskusi menciptakan tarian ini dengan semenarik dan secantik mungkin, kemudian memperkenalkan sampai ke berbagai negara atau mancanegara.

Baca Juga:Dua Pemain Bali United Lolos Timnas U-17 Untuk Piala Dunia

Mulanya, tarian ini hanya ditampilkan di beberapa desa saja, dengan salah satu desanya yaitu Desa Bona di Gianyar. Seiring berjalannya waktu, pementasan ini semakin berkembang sampai ke semua daerah yang berada di pulau Bali. Tak hanya itu saja, tari ini juga dijadikan sebagai pertunjukan andalan saat adanya kegiatan besar. Misalnya festival yang sering kali dilakukan oleh pihak swasta maupun pemerintah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini