Tetangga Sebut Anak yang Dirantai di Tabanan Sering Menangis Keras Dan Tak Pernah Keluar

Ratna juga mengakui bahwa orangtua korban memang sering meninggalkan korban di rumah bahkan hingga larut malam.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:31 WIB
Tetangga Sebut Anak yang Dirantai di Tabanan Sering Menangis Keras Dan Tak Pernah Keluar
Rumah tempat dua anak dirantai oleh orangtuanya di Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Bali, Selasa (25/10/2022) [Suara.com / Putu Yonata Udawanda]

Ratna bahkan menyebut beberapa kali tetangga lain pernah memberi makanan dan permen kepada anak-anak tersebut.

“Kadang main sama cucu saya, anak-anak itu dari dalam dah, dari tembok itu. Pernah juga dikasih permen sama nasi sama tetangga ini,” tutur Ratna.

Ia juga mengharapkan agar kedua anak yang menjadi korban agar bisa mendapatkan pengasuh yang lebih baik. Terlebih, agar salah satu korban yang sudah berusia 6 tahun agar bisa bersekolah.

“Semoga ada yang mengasuh, mungkin panti asuhan. Biar bisa sekolah juga karena harusnya sudah sekolah,” pungkasnya.

Baca Juga:Ditemui Bupati Tabanan, Orangtua yang Tega Rantai Anaknya Tanpa Baju Mohon Maaf

Seperti diberitakan sebelumnya, dua anak ditemukan dirantai dan menangis di rumahnya pada Selasa (24/10/2022) kemarin.

Polres Tabanan kemudian langsung menetapkan kedua orangtua  berinisial UDW dan NS sebagai tersangka pelaku kekerasan terhadap anak.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak