facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gempa Bumi 4,6 M Dirasakan di Karangasem-Bali

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 29 Juli 2022 | 19:44 WIB

Gempa Bumi 4,6 M Dirasakan di Karangasem-Bali
Ilustrasi gempa bumi. (Antara/ist)

Gempa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar mendatar.

SuaraBali.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gempa yang terjadi Jumat (29/7/2022) pukul 19.57.47 Wita di wilayah Karangasem-Bali. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut berkekuatan 4,6 magnitudo (M).

Episenter terletak pada koordinat 8,21° LS; 115,49° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km barat laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 km.

Disampaikan Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, jenis dan mekanisme gempa jika diperhatikan dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar mendatar.

Ia menjelaskan, dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan. Dirasakan di wilayah Karangasem, Mataram dan Lombok Barat III MMI.

Baca Juga: Perempuan Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Jembatan Cau Blayu Tabanan

"Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Wilaha yang merasakan guncangan Gianyar, Denpasar II - III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, Lombok Tengah dan Kuta II MMI. Lalu, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," jelasnya.

Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Lebih lanjut katanya, hingga pukul 20.10 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian, ia meminta agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," ucapnya.

Baca Juga: Bertemu dengan Bali United, PSM Makassar Tak Ingin Terjebak Ritme Permainan Lawan

Ia juga meminta masyarakat untuk memastikan bahwa informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait