“Untuk kapasitas bahan bakarnya 80 liter. Durasi terbang kurang lebih 4 jam penerbangan,” terangnya.
Menurut Suyanto, pesawat yang dibawa pulang itu sudah siap terbang, tinggal menunggu uji kelaikan dan pembuatan identitas pesawat.
“Saat ini semuanya masih dalam proses,” kata pria berusia kepala 4 tersebut.
Selain itu, Suyanto menambahkan, pesawat jenis STOL ini bisa lepas landas dan mendarat di medan yang tidak begitu luas, sangat cocok untuk menjelajah pulau-pulau di Indonesia.
“Pesawat jenis ini sangat cocok untuk di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Tidak membutuhkan landasan yang panjang, lapangan sepak bola saja sudah sangat cukup, bahkan terlalu panjang. Jadi sangat cocok untuk ke pulau-pulau,” paparnya.
Sontak, para tetangga dan warga setempat pun dibuat heboh dan keheranan saat melihat langsung keberadaan pesawat jenis STOL di pelataran rumah Suyanto.
“Ya senang, ya kaget,” kata Saerun, salah satu warga setempat yang tinggal tak jauh dari rumah Suyanto.
Hal senada juga dikatakan oleh Irwan, yang juga warga setempat. Ia mengaku, awalnya tak percaya jika tetangganya bisa membuat pesawat.
Namun saat pesawat itu dibawa pulang ke Lamongan, Irwan mengaku turut merasa bangga.
“Dulu dia juga pernah bilang kalau membuat peswat, tapi ya percaya ndak percaya, karena belum tahu sendiri, tahu juga cuma dari YouTube. Sekarang sudah tahu secara langsung, jadi ya ikut bangga mas,” ucap Irwan.