Sekuriti Bandara Ngurah Rai Bali Terancam Kehilangan Pekerjaan Karena Tato Dan Tindik

Mereka adalah sekuriti yang sudah bekerja di Bandara selama 13-20 tahun. Selama ini tidak pernah ada masalah.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 23 November 2021 | 09:07 WIB
Sekuriti Bandara Ngurah Rai Bali Terancam Kehilangan Pekerjaan Karena Tato Dan Tindik
Sekuriti Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali mengadu ke anggota DPRD Komisi VI I Nyoman Parta pada 21 November 2021 lalu. [Foto : Istimewa]

"Mereka yang terancam tidak dilanjutkan kontraknya sebagian besar adalah warga lokal Bali dan rata-rata sudah berkeluarga dan punya anak, saya menduga rencana ini untuk menghindari beban pembayaran BPJS dan kemudian merekrut tenaga baru yang masih muda," kata dia.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira membenarkan saat ini ada 1.200 lebih sekuriti yang habis masa kontraknya. Kemudian kebutuhan untuk sekuriti sekitar 900 lebih.

Mereka yang habis masa kerjanya akan melakukan registrasi dan tes ulang untuk masa kerja mulai Januari 2022.

"Karena kontraknya habis, maka ada kontrak baru dan dilakukan seleksi ulang," kata Taufan dihubungi, Selasa.

Taufan mengatakan dalam tes ulang itu tidak ada syarat yang menyebutkan bebas dari tato dan tindik. Mereka diseleksi sesuai dengan kinerja selama ini.

"Jadi gini, itu pemberlakuan aturan tato dan tindik diberlakukan untuk penerimaan ke depannya. Seleksi ini karena kinerja. Tak ada hubungannya (dengan tato dan tindik) untuk saat ini," paparnya.

Menurutnya, aturan tatto dan tindik akan diberlakukan pada periode penerimaan berikutnya. Yakni saat perekonomian dan kinerja perusahan membaik dan kebutuhan operasional meningkat dan dibutuhkan tambahan SDM.

"Bukan untuk yang saat ini. Jadi yang ke depannya, yang benar-benar baru," kata dia.

Kontributor : Imam Rosidin

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak