9 Makanan Khas Papua, Bukan Hanya Papeda, Coba Juga yang Ini

Makanan khas Papua yang paling terkenal adalah makanan yang terbuat dari sagu.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 09 November 2021 | 14:00 WIB
9 Makanan Khas Papua, Bukan Hanya Papeda, Coba Juga yang Ini
Papeda buatan istri Glenn Fredly. (Instagram/Glenn Fredly).

SuaraBali.id - Papua merupakan salah satu daerah dengan makanan khasnya yang unik. Makanan khas Papua yang paling terkenal adalah makanan yang terbuat dari sagu.

Papua adalah provinsi yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur wilayah Papua milik Indonesia. Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini.

Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Jaya yang mencakup seluruh wilayah Pulau Papua. Sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi, dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat (Pabar).

Provinsi Papua memiliki luas 312.224,37 km persegi dan merupakan provinsi terbesar dan terluas pertama di Indonesia

Baca Juga:Soal Masalah Papua, Aktivis: Jenderal Andika Harus Konkret, Jangan Lip Service

Berikut makanan khas papua selain sagu yang cocok untuk dicicipi pendatang:

1. Papeda

Papeda merupakan makanan khas papua yang terbuat dari sagu kemudian dicampur dengan air panas dan diaduk perlahan-lahan. Papeda yang belum matang diaduk hingga warnanya tidak pekat dan tidak lengket. Papeda yang matang akan berwarna jernih dan cukup kental. Papeda biasa disajikan dengan kuah dan ikan kembung atau peda bakar sebagai lauknya.

Papeda memiliki banyak manfaat untuk tubuh yakni sebagai sumber energi, antioksidan, menurunkan risiko diabetes, mencegah serangan jantung, dan sebagainya. Tentu saja selain rasanya yang unik dan berbeda dari makanan pada umumnya, manfaatnya pun beragam dan sangat menyehatkan. Oleh karena itu, papeda menjadi makanan khas yang disukai pendatang.

2. Sinole

Baca Juga:Kasus Veronica Koman: Teror terhadap Aktivis HAM Papua Terus Berulang

Sinole adalah makanan khas papua yang juga berbahan dasar dari sagu. Makanan ini sangat digemari masyarakat Pulau Yapen. Cara pembuatannya yakni dengan mengoyak sagu yang dicampuri parutan kelama. Setelah itu, adonan tersebut dimasak dalam kuali. Sinole juga biasa disajikan dengan ikan dan sayur.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini