facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Rakyat Bali Jayaprana dan Layonsari, Simbol Cinta Abadi

Pebriansyah Ariefana Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Cerita Rakyat Bali Jayaprana dan Layonsari, Simbol Cinta Abadi
Cerita rakyat Bali Jayaprana dan Layonsari. (Youtube/Dongeng Kita)

Kisah ini juga telah turun-temurun diceritakan sebagai tanda sakralnya cerita rakyat tersebut.

Berita duka itu pun sampai di telinga Layonsari, namun ia tidak langsung mempercayainya. Ia tahu suaminya dibunuh atas perintah raja. Meski demikian, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak berdaya menentang raja seorang diri. Ia hanya bisa berdoa semoga kejahatan Raja Kalianget mendapat balasan dari Yang Maha Kuasa.

Keesokan hari, Raja Kalianget datang menemui Layonsari. Di hadapan istri abdinya itu, ia berpura-pura sedih atas kematian Jayaprana. Setelah itu, ia mencoba merayu agar mau menjadi permaisurinya. Namun, Layonsari menolaknya dengan kata-kata halus.

“Maafkan hamba, Baginda. Hamba belum bisa melupakan suami hamba,” jawab Layonsari.

Raja Kalianget menjadi murka. Ia langsung menarik tangan Layonsari agar ikut bersamanya ke istana. Pada saat itulah, Layonsari mencabut keris yang terselip di pinggang sang prabu.

Baca Juga: Petugas Gencar Keliling Malam Hari Data Duktang di Denpasar

“Lebih baik hamba mati daripada harus menikah dengan orang yang telah membunuh suamiku,” ucap Layonsari seraya menikam dirinya dengan keris itu.

Raja Kalianget baru saja ingin mencegahnya, namun tubuh Layonsari sudah tergeletak di tanah. Melihat Layonsari tewas, sang raja pun menjadi mengamuk. Ia langsung menyerang setiap orang yang ada di sekelilingnya.

Kejadian itu berlangsung hingga berhari-hari sehingga banyak orang menjadi korban karena tikaman keris Raja Kalianget. Perilaku sang Raja tersebut benar-benar meresahkan seluruh rakyat negeri itu. Akhirnya, para punggawa kerajaan memutuskan untuk menangkap sang raja dan memasukkannya ke dalam penjara.

Di tempat kematian Jayaprana akhirnya didirikan sebuah pura yang merupakan kuburan Jayaprana dan Layonsari.

Tempat ini menjadi tujuan acara Tita Yatra oleh umat Hindu, lokasinya berdekatan dan berada dalam satu jalur perjalanan seperti Rambutsiwi, Jayaprana, Pemuteran, Pulaki, dan Melanting.

Baca Juga: Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama ke Hindu

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait