alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

9 Ciri Khas Daerah Bali, Mulai dari Makanan Hingga Prosesi Pemakaman

Risna Halidi Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:33 WIB

9 Ciri Khas Daerah Bali, Mulai dari Makanan Hingga Prosesi Pemakaman
Ilustrasi Bali

Bali merupakan destinasi wisata yang sangat terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara. Berikut ciri khas daerah Bali.

Itulah sebabnya semua warga pada saat HariRaya Nyepi tersebut tidak boleh bepergian, menghidupkan api, membuat kegaduhan ataupun bersenang-senang. Bahkan, termasuk fasilitas umum juga tutup kecuali rumah sakit.

Tujuan dari perayaan ini untuk bisa introspeksi diri atau mulat sarira dan merenung dalam suasana hening bisa berkonsentrasi lebih maksimal agar nantinya bisa memulai kehidupan yang lebih baik pada bulan berikutnya.

8. Pemakaman Desa Trunyan

Tradisi kubur angin dan kubur tanah. Tradisi pemakaman Desa Trunyan Bali menyimpan keunikan tradisi Bali Kuno. (Indonesia.go.id)
Tradisi kubur angin dan kubur tanah. Tradisi pemakaman Desa Trunyan Bali menyimpan keunikan tradisi Bali Kuno. (Indonesia.go.id)

Pada umumnya orang meninggal di Bali, terutama bagi umat Hindu selain dikubur bisa dibakar atau dikremasi langsung. Namun demikian, ada suatu tradisi unik di Desa Trunyan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Baca Juga: Viral Bule Baku Hantam Dengan Warga Bali di Pinggir Jalan

Pada saat orang meninggal, maka tubuh atau jasad orang tersebut hanya diletakkan di bawah pohon Menyan. Jasad diletakkan di atas tanah tanpa dikubur, hanya dipagari oleh bambu (ancak saji) agar tidak dicari oleh binatang atau hewan liar.

Anehnya tidak sedikit pun dari jasad tersebut berbau busuk, sampai akhirnya tinggal tersisa tulang-belulang saja. Tulang-belulang itu nantinya diletakkan pada sebuah tempat di kawasan tersebut.

9. Subak

Sawah berundak di Jatiluwih, Bali menjadi atraksi menarik bagi wisatawan (Foto: shutterstock)
Sawah berundak di Jatiluwih, Bali menjadi atraksi menarik bagi wisatawan (Foto: shutterstock)

Sawah diatur, dijaga, dan dilestarikan tahun demi tahun, generasi demi generasi. Pengaturan, penjagaan, dan pelestarian itu dilakukan melalui sebuah lembaga sosial bernama subak.

Sistem subak menjadi salah satu kekhasan Provinsi Bali. Sistem pengairan ini menjadi bentuk kearifan lokal yang membuat petani dapat hidup serasi dengan alam untuk memperoleh hasil panen optimal.

Baca Juga: Tegas! Gerindra Bali Kembali Usung Prabowo Subianto Calon Presiden 2024

Subak merupakan suatu sistem swadaya masyarakat yang berfungsi mengatur pembagian aliran irigasi yang mengairi setiap petak areal persawahan. Sistem ini dikelola secara berkelompok dan bertingkat disertai pembagian peran yang spesifik bagi setiap anggotanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait