alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tradisi Unik Membuat Rangkaian Male Maulid Nabi Muhammad SAW di Jembrana Bali

Eviera Paramita Sandi Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:05 WIB

Tradisi Unik Membuat Rangkaian Male Maulid Nabi Muhammad SAW di Jembrana Bali
Tradisi Maulud Nabi di Pesisir Pengambengan, Jembrana, Bali

Dalam persiapannya, baik laki-laki maupun perempuan ikut serta menyiapkan rangkaian male sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

SuaraBali.id - Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, warga pesisir Dusun Ketapang Lampu Desa Pengambengan, Jembrana, Bali memiliki tradisi membuat rangkaian male yang sudah lama dilakukan di kampung ini.

Dalam persiapannya, baik laki-laki maupun perempuan ikut serta menyiapkan rangkaian male sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam perayaan kali ini, rangkaian male dibuat dengan hiasan berbagai bentuk yang bernuansa islami. .

"Warna-warni kertas dan kreasi yang dibuat ini merupakan ucapan rasa syukur terhadap Illahi Rabbi, sehingga banyak kreasi unik ada yang berbentuk bunga, burung, bahkan tumpukan dengan bahan dasar kayu, batang pisang, di dalam hiasan itu ditumpuk berbagi macam buah seperti pisang, duren atau semangka tergantung rangkaian hiasan," ungkapnya kepada beritabali.com – Jaringan Suarabali.id.

Bahan untuk membuat male ini menggunakan banyak kertas tisu dan kertas jagung. Dimana Hasil rangkaian tadi ditusukkan ke batang pisang, sehingga terangkai dalam hiasan.

Selanjutnya sesuai tradisi yang sudah berjalan sebelumnya, hasil pembuatan male di kampung ini diarak keliling sebagai bukti karya seni.

"Pantia lomba ditunjuk adalah remaja Mushola Babul Jannah, kreasi yang bagus mendapatkan hadiah juara dengan total Rp1 juta, bukan nilai nominal yang dicari tapi kepuasan kreasi male yang dikerjakan. Hasil kerja keras dalam satu hari tentu terbayarkan nanti pas di Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang akan diselenggarakan pada Rabu (20/10/2021) malam hari jam 19.30 WITA," ujarnya.

Puncak acara nantinya menghadirkan kyai yang menyampaikan wejangan keagamaan dengan tetap mematuhi prokes. Hal itu selalu ditekankan panitia sehingga kelangsungan acara berjalan sesuai aturan yang telah dianjurkan pemerintah.

Komentar

Berita Terkait