“Tidak aku masih mau mengejar burung itu dan menangkapnya,” sang adik pun tidak menghiraukan perkataan kakaknya hanya mengejar terus burung itu. Akhirnya kedua kakaknya meninggalkannya karena tidak menurut.
Ketika mereka tiba di suatu daerah lain, mereka menemukan 2 wanita seorang di antaranya sedang mencari kutu di kepala yang lainnya. Adik kedua yang berjenis kelamin perempuan mendadak tertarik sekali untuk ikut bersama dua wanita yang sedang mencari kutu itu.
Kakak tertua yang mengetahui hal itu kembali marah dan meminta adiknya itu untuk meneruskan kembali perjalanan atau tinggal saja di sana. Sang adik memilih tinggal saja di sana. Kakak tertua itu pun akhirnya meneruskan sendiri perjalanannya.

Tiba di desa Trunyan bali sang kakak tertua itu beristirahat di bawah sebuah pohon taru menyan, ketika hidungnya mengendus-endus bau harum yang semerbak di sekitarnya barulah ia sadar bahwa bau harum yang selama ini ia cari itu berasal dari pohon itu, berbarengan dengan itu sekonyong-konyong ia melihat seorang putri yang cantik sekali, sang kakak terpesona karenanya.
Baca Juga:Tonton Sekarang!! Link Live PSM Makassar VS Bali United, Sedang Berlangsung
"Duhai putri ayu siapakah gerangan dikau, apakah kau seorang dewi". Putri Ayu itu tersenyum
"Aku hanya manusia biasa penduduk di sini, jika kau ingin mengetahui siapa aku tinggalah di sini dan datanglah kepada keluargaku”.
Maka tanpa ragu ia pun berniat hendak tinggal di desa itu, tak lama putra sulung itu kemudian menikahi Putri Ayu dan bahkan menjadi kepala desa di sana. Kakak tertua itu pun hidup berbahagia bersama anak-anaknya.
Kontributor : Kiki Oktaliani
Baca Juga:Saksikan!! Link Live PSM Makassar VS Bali United, Kick Of 15.15 WIB