Menurut dia, hal terbesar yang ia pelajari saat melalui masa sulit ini adalah jangan pernah hilang harapan, hidup selalu belajar dari banyak hal. Ia pun bersama istrinya memulai usaha membuka warung di kawasan pasar Kuta.
Ia mengaku, sekarang yang paling penting adalah menjaga kesehatan agar bisa terus melalui hari-hari dengan baik.
"Saya hanya berharap selalu diberikan kesehatan dan survive dalam dunia rumah tangga dulu, nanti baru yang lain," katanya pula.
Terlepas dari situasi ekonomi saat ini, ia sendiri merasa, suasana di Kuta sebenarnya terasa nyaman bagi orang tua seperti dia.
Baca Juga:Nakes Kewalahan Tracing di Kuta Utara Gegara Banyak Petugas Tumbang
“Ini mengingatkan Kuta 40 tahun silam. Bedanya sekarang banyak bangunan dan hotel-hotel, tapi suasananya sepi. Jujur, di umur saya yang sekarang, suasana ini sangat saya rindukan," ungkapnya.
Ia pun berusaha menikmatinya di mana mulai pukul 06.00 WITA pagi sudah berada di pantai Kuta, untuk sekedar jalan-jalan atau berdoa memohon supaya pandemi virus corona segera berakhir.
“Bali benar-benar berada di titik balik. Mungkin Tuhan mengajarkan kita supaya manusia tidak takabur," imbuh dia.