SuaraBali.id - Video viral pernikahan kilat di dunia. Suami talak cerai istri saat ijab kabul. Video ituh bisa Ada lihat dalam link video viral ini.
Video berdurasi 1 menit 45 detik itu seketika viral. Video itu diunggah @pakde.brengos, kejadian berlokasi di Bima, NTB.
"Rekor, Ijab kobul langsung talak oleh sang suami. Ada yang tau penyebabnya apa? Bima ntb," tulis pengunggah.
Meski begitu, belum diketahui pasti penyebab suami talak istri langsung di acara pernikahannya.
Baca Juga:Viral Video Nakes 'Tepar' Usai Kubur Jenazah Pasien COVID-19 di Ciamis
Dalam video itu, pengantin talak cerai istri setelah ijab kabul membuat suasana pernikahan ricuh. Baru saja selesai ijab kabul, sang pengantin pria langsung menyampaikan talak untuk istrinya hingga acara pernikahan berujung ricuh.

Mulanya video memperlihatkan suasana pernikahan yang berjalan semestinya menjelang ijab kabul.
Tampak mempelai pria menggandeng sang wanita dalam balutan busana merah muda dan menarikkan kursi bagi calon istrinya di meja ijab kabul.
Sebelum duduk, ia pun beberapa kali membantu membenahi gaun pengantin, yang menjuntai ke lantai.
Kemudian potongan video berlanjut ke momen mempelai wanita ditanyai meminta mahar atau tidak. Dua kali ia menjawab tidak.
Baca Juga:Berujung Ricuh! Pengantin Talak Cerai Istri Setelah Ijab Kabul, Mertua Baku Pukul
Tak diperlihatkan dalam video ketika pengantin pria mengucap ijab kabul, tetapi rekaman kemudian menunjukkan saat ia diminta menandatangani sebuah surat.
Namun, setelah menerima pulpen, ia meletakkannya lagi di meja dan justru mengambil mikrofon.

Pria itu lalu berdiri dan menggunakan bahasa daerah menyatakan talak untuk wanita yang baru saja ia nikahi.
Sontak pria di depannya, yakni wali nikah sang pengantin wanita, ikut berdiri dan hendak mendorong si pengantin pria.
Keributan pun terjadi. Bukan hanya keluarga pengantin wanita yang mengamuk, terdengar riuh sorakan tamu acara pernikahan, terkejut menyaksikan kejadian di luar dugaan tersebut.
Tak terhindarkan, kedua pria tadi berusaha saling menyerang dan membela diri sampai beranjak dari meja ijab kabul, membuat orang-orang di sekitarnya ikut repot berusaha melerai.