“Aku ngerasa lebih damai, aku lebih banyak suka cita, aku enggak terlalu mikirin duniawi, mau ini, mau ini, enggak. Aku senang ada teman hidup yang kalau apa-apa bisa ajak ngobrol, kalau aku sakit ada yang ngurusin, terus dia juga care sama keluarga aku,” kata Kiki Fatmala.
Sebelum akhirnya mantap menikah dengan suaminya, Kiki Fatmala banyak berdoa dengan Tuhan agar ditunjukkan yang terbaik. Hingga akhirnya rasa trauma Kiki selama 14 tahun terhadap pernikahan perlahan hilang.
“Aku banyak doa, aku cuma minta sama Tuhan kalau memang dia yang terbaik, persatukan, tapi kalau dia enggak terbaik, jauhin. Aku banyak doa, aku selalu doa untuk memutuskan satu pernikahan sama Christ, aku dibawa dengan doa,” ucapnya.
Saat ini, wanita 51 tahun tersebut sudah tidak terlalu memaksakan apa yang ia inginkan seperti yang Kiki lakukan saat muda dulu.
Baca Juga:Tersentuh Lantunan Ayat Alquran, Wanita Muda Riau Putuskan Masuk Islam
“Hidup sekarang jalani aja, aku sekarang udah enggak terlalu ngoyo, enggak kayak zaman dulu, zaman waktu muda, aku selalu berambisi cari uang, karena aku ngerasa umur aku 40. Aku enggak mau kerja terlalu berat, punya ini, punya ini, aku orangnya terlalu pekerja,” ujarnya.