Metode ini tidak berlaku bagi semua wilayah, namun berlaku bagi orang-orang yang ketika kejadian sedang berada atau tinggal dekat dengan garis pantai dan sulit untuk evakuasi ke dataran tinggi.

Jika Sobat Hops merasakan gempa selama 20 detik, waspada tsunami akan datang dalam waktu 20 menit kemudian. Jika berada di garis pantai, sebaiknya Sobat Hops sgeera mengevakuasi diri untuk naik ke atas gedung dengan ketinggian 20 meter.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menerapkan metode ini adalah Sobat Hops harus memilih gedung yang masih berdiri utuh dan kokoh selesai terjadi gempa.
Jika evakuasi secara vertikal tidak mungkin dilakukan, misalnya semua bangunan di garis pantai hancur atau tidak utuh, Anda bisa melakukakan evakuasi horizontal. Yang perlu Sobat Hops lakukan adalah menjauhi bibir pantai sejauh mungkin.
Baca Juga:Bali Dibuka untuk Wisata Agustus 2021, 1.493 Desa Adat Mulai Bersiap
Akan lebih baik lagi jika Sobat Hops mampu berjalan lebih jauh. Perlu diingat, jangan menggunakan kendaraan ketika evakuasi dari bibir pantai karena terdapat resiko gempa susulan yang bisa membahayakan Sobat Hops ketika sedang berada di kendaraan.
Selain itu, jika terjadi kemacetan, ini juga berbahaya karena Sobat Hops jadi tidak bisa melakukan evakuasi terhadap diri dan keluarga Sobat Hops nih.