Aksinya itu direkam dan disebar lewat media sosial. Hasil penelusuran, lokasi syuting video syur tersebut ditemukan di sebuah villa Umalas nomor 7 di Kuta Utara Badung. Polisi pun melakukan sidak ke sana.
Namun saat sidak berlangsung, pada Rabu 2 Mei 2021 sekitar pukul 17.30 WITA, petugas tidak menemukan seorang pun di dalam vila tersebut. Terlebih manajemen vila Umalas.
Para pelaku diduga sudah kabur. Meski demikian, diperkirakan mereka masih berada di Bali.
Sementara sumber di lapangan mengungkapkan, Vila Umalas memiliki fasilitas kolam renang, dapur, ruangan santai dan 4 kamar.
Baca Juga:Skandal Video Syur Vila Umalas, Ratu Selly Akan Lapor Polisi, Honor Jasa Seks Tak Dibayar
Tapi 3 pria dan dua wanita itu tidak lagi berada di vila tersebut.
Dijelaskan sumber itu, pemilik vila diketahui milik WNA asal Perancis. Di masa pandemi covid-19, pemilik vila pulang ke negaranya dan tidak pernah datang ke Bali.
Sementara vila tersebut dijaga oleh Manager bu Ketut dan 2 orang staff. Namun saat petugas kesana mereka tidak ada, bahkan nomor handphone yang dihubungi tidak aktif.
Versi lainnya, 4 WNA dan seorang cewek itu datang ke vila membawa seorang anak bayi. Mereka pun menginap di vila selama 4 hari sejak awal Mei.
Setelah kasus video porno mencuat ke publik, 4 WNA itu langsung pindah dari vila tersebut.
Baca Juga:Ratu Selly, Bintang Video Porno Pesta Seks Bule di Bali Protes Belum Dibayar
"Cewek lokal itu diduga bayaran. Kami masih mencari cewek lokal tersebut untuk minta klarifikasi. Karena infonya dia tidak dibayar oleh bule itu dan mau lapor ke Polisi," beber sumber.