alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selain Pendarahan, Ini Tanda-tanda Keguguran yang Wajib Diwaspadai

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati Minggu, 24 Januari 2021 | 20:52 WIB

Selain Pendarahan, Ini Tanda-tanda Keguguran yang Wajib Diwaspadai
Ilustrasi keguguran. (Shutterstock)

Keguguran yang dialami Natalie Holscher istri Sule bisa menjadi pelajaran, apa saja tanda-tanda keguguran yang wajib diwaspadai?

SuaraBali.id - Keguguran yang dialami Natalie Holscher istri Sule bisa menjadi pelajaran, apa saja tanda-tanda keguguran yang wajib diwaspadai?

Pendarahan memang termasuk salah satu tanda ibu hamil alami keguguran. Dikutip dari Alodokter, keguguran merupakan kematian janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Dalam bahasa medis disebut juga abortus spontan.

Perdarahan dari vagina dan nyeri perut termasuk tanda-tanda utama dari keguguran.

Darah yang keluar dari vagina akibat keguguran biasanya berwarna merah terang atau kecoklatan.

Baca Juga: Istri Sule, Nathalie Holscher Lagi Hamil Pendarahan, Lalu Keguguran

Pendarahan dianggap sebagai tanda utama keguguran karena dialami sekitar 3 dari 10 ibu hamil yang mengalami keguguran. Namun tidak semua pendarahan akan berakhir dengan keguguran.

Jika ibu hamil yang mengalami pendarahan segera mendapat pertolongan medis, kemungkinan keguguran dapat dicegah.

Keadaan di mana janin dan kehamilan masih dapat dipertahankan, walaupun sudah terjadi tanda-tanda keguguran, disebut dengan ancaman keguguran atau abortus iminens.

Walau demikian ada beberapa tanda keguguran yang bisa dialami bumil, selain pendarahan. Berikut di antaranya:

1. Nyeri

Baca Juga: Pendarahan Hebat, Nathalie Holscher Istri Sule Keguguran

Jika pendarahan disertai dengan nyeri, maka patut diwaspadai sebagai tanda-tanda keguguran. Bagian tubuh yang sakit biasanya adalah panggul, perut, dan punggung belakang.

Rasa nyeri tersebut sulit dibedakan dengan kram saat awal-awal kehamilan akibat membesarnya rahim.

2. Perubahan gejala kehamilan

Adanya perubahan gejala kehamilan, seperti tidak lagi mual atau muntah, bukanlah tanda-tanda keguguran yang umum. Namun jika perubahannya terjadi secara drastis, maka hal tersebut perlu diwaspadai.

Pada trimester kedua kehamilan, perubahan ini mungkin terkait dengan masalah penurunan hormon kehamilan.

3. Keluar jaringan atau cairan dari vagina

Darah yang menggumpal dan janin yang masih berupa jaringan bisa saja keluar dari vagina. Jika ada jaringan yang keluar dari vagina, letakkan dalam wadah yang bersih lalu bawalah ke dokter untuk dianalisis agar diketahui kondisi yang sebenarnya.

Pendarahan pada trimester awal tidak selalu terkait dengan keguguran. Banyak ibu hamil yang mengalami hal tersebut namun tetap bisa melanjutkan kehamilan dan melahirkan.

Pada kondisi ancaman keguguran, ibu hamil sebaiknya melakukan tirah baring atau bed rest dan hindari berhubungan seks saat hamil.

4. Menurunnya gerakan bayi

Aktivitas bayi di dalam perut menjadi tanda kesehatan dan perkembangannya secara umum. Konsultasikan dengan dokter bila ibu hamil merasa adanya penurunan gerakan bayi.

Tanda ini umumnya dirasakan ketika usia kehamilan telah bertambah atau melewati trimester pertama.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait