alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Sukses Wahyudi, dari Tukang Ukir Jadi Dosen Biologi

Dythia Novianty Minggu, 24 Januari 2021 | 09:34 WIB

Cerita Sukses Wahyudi, dari Tukang Ukir Jadi Dosen Biologi
Dr. I Wayan Wahyudi, S.Si., M.Si, pemilik Agrowisata Lebah Royal Honey Sakah di Banjar Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati. [Beritabali/Ist]

Sebelum beternak lebah, Wahyudi terlebih dahulu mempelajari jenis hama yang berkeliaran di lokasi.

SuaraBali.id - Siapa sangka Dr. I Wayan Wahyudi, S.Si., M.Si, pemilik Agrowisata Lebah Royal Honey Sakah di Banjar Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, mengawali bisnis madu dari hasil berkeliling ngebolang di Karangasem.

"2018 Saya masih merintis dan baru Februari 2020 lalu buka lahan disini. Luasnya sekitar 10 are. Dulunya semak belukar, saya tata," jelasnya dilansir laman Beritabali, Minggu (24/1/2021).

Sebelum beternak lebah, Wahyudi terlebih dahulu mempelajari jenis hama yang berkeliaran di lokasi. Setelah itu, Wahyudi membuat vegetasi yakni tanaman bunga sebagai pakan lebah.

"Kele-kele perlu makan setiap hari, maka ketersediaan pakan harus tersedia setiap hari. Jenis tanaman bunganya seperti xanthos, batavia, porana. Kalau mau banyak madu, banyak tanam bunga yang mengandung nektar. Jadi harus selektif juga," imbuhnya.

Baca Juga: Bulan Madu saat Pandemi, Sherina & Baskara Rela Road Trip 20 Jam

Adapun lima jenis lebah yang dibudidayakan diantaranya Heterotrigona itama, Lebah Apis cerana (nyawan Bali), Lebah Trigona (Kele-kele), Tetragonula biroi dan Genio trigona thoracica.

"Kendalanya cuma satu, harus sabar. Sabar menunggu tanaman berbunga, bagaimana mengatasi hama. Karena serangan semut jenis "semaluh" dan cicak tidak bisa dianggap sepele," ungkap dia.

Menurutnya, koloni yang lemah akan cepat diserang semaluh. Begitu juga cicak, karena kele-kele itu memang makanan dari cicak.

"Dia 'stand by' di pintu masuk, hinggap mangsa. Koloni jadinya tidak bisa berkembang," jelasnya.

Selain madu, sengatan lebah miliknya juga sering dicari untuk menyembuhkan penyakit rematik.

Baca Juga: Profil Budiman Sudjatmiko Terlengkap

"Namanya apis puntur. Jadi saya juga sekaligus kayak dokter, karena banyak yang konsultasi," kata Wahyudi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait