- Wakil Bupati Nurul Adha berpotensi memimpin Lombok Barat sendiri hingga 2029 akibat potensi hambatan birokrasi.
- Proses hukum Bupati nonaktif Lalu Ahmad Zaini yang ditangani KPK berpotensi memakan waktu hingga satu tahun.
- Dinamika politik dan kegagalan mencapai kesepakatan di DPRD Lombok Barat dapat memperlambat pengisian jabatan wakil bupati.
SuaraBali.id - Wakil Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) Nurul Adha berpotensi menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Lombok Barat tanpa wakil hingga berakhirnya masa jabatan pada 2029.
Pengamat kebijakan publik dan politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ihsan Hamid, menilai kondisi tersebut sangat mungkin terjadi apabila proses pengisian jabatan Wakil Bupati Lombok Barat tidak berjalan cepat.
"Ini sangat memungkinkan terjadi, apalagi jika keputusan atau kesepakatan politik terkait proses pengisian jabatan wakil bupati tidak tercapai dalam tahapan yang berjenjang nantinya," kata Ihsan di Mataram, Kamis (17/9).
Menurutnya, proses tersebut sangat bergantung pada sejumlah tahapan, termasuk penyelesaian proses hukum Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini (LAZ).
Oleh karena itu, proses pengisian jabatan wakil bupati baru dapat berjalan setelah terdapat kepastian hukum terkait posisi kepala daerah.
Menurut dia, jika proses hukum LAZ belum berkekuatan hukum tetap atau inkrach maka tahapan pengisian jabatan wakil bupati berpotensi belum dapat berjalan secara optimal.
Terlebih, apabila proses hukum berlanjut melalui banding hingga kasasi, waktu yang dibutuhkan bisa cukup panjang.
"Jadi, ini bergantung juga pada waktu proses peradilan LAZ, apakah bisa selesai enam bulan atau tidak. Kalau naik banding hingga kasasi, itu bisa memakan waktu enam bulan sampai satu tahun," ujarnya.
Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, ujar Ihsan, proses berikutnya adalah pengajuan satu atau dua nama calon wakil bupati oleh partai politik pengusung atau koalisi.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Temukan 5 Perahu Karet Tanpa Awak di Lokasi
Tahapan tersebut secara administratif bisa saja berlangsung lebih cepat. Namun, persoalan baru berpotensi muncul ketika proses pemilihan calon wakil bupati masuk ke DPRD Lombok Barat.
Menurutnya, tahapan pemilihan di DPRD justru menjadi salah satu titik yang berpotensi alot apabila tidak terjadi kesepakatan politik antar pihak.
"Biasanya yang alot dan membuat proses molor itu pemilihan calon wakil bupati di paripurna DPRD Lobar," terang Ihsan.
Ia menilai apabila kesepakatan politik tidak tercapai, proses pengambilan keputusan di DPRD dapat menghadapi kendala, termasuk persoalan kuorum.
Dirinya pun memprediksi proses politik di DPRD Lombok Barat bakal alot lantaran sejumlah anggota fraksi tidak hadir sehingga sidang gagal kuorum. Akhirnya sidang ditunda dan begitu seterusnya.
Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi membuat proses pengisian jabatan wakil bupati berlangsung cukup lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali