Ilustrasi: Calon penumpang membawa barang di area bandara saat jadwal penerbangan dibatalkan di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). [ANTARA]
Baca 10 detik
- Sebanyak 42 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai dibatalkan pada Minggu sore akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Pengelola bandara berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani calon penumpang serta memperbarui jadwal penerbangan.
- Manajemen bandara tetap menjalankan operasional secara normal serta menyediakan layanan pemulihan bagi penumpang terdampak.
2. Rute Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) - Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP): 2 penerbangan dibatalkan (Canceled)
3. Rute Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) - Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO): 2 penerbangan dibatalkan (Canceled)
Kontributor : M Dafi
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif