- TPID Kota Mataram memeriksa stok Minyakita di Gudang Bulog NTB pada Rabu (1/7/2026) guna memastikan keamanan produk.
- Pemeriksaan dilakukan sebagai respons atas isu dugaan pencampuran biosolar pada Minyakita yang beredar di wilayah Jawa Tengah.
- Hasil pemeriksaan menyatakan stok Minyakita di Bulog NTB aman, murni, dan tersedia cukup untuk dua bulan ke depan.
SuaraBali.id - Stok minyakita yang ada di Gudang Bulog Dasan Cermen, Divre Nusa Tenggara Barat (NTB) diperiksa tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Mataram.
Pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan persediaan minyak di gudang tersebut aman dari campuran biosolar.
Pemeriksaan ini dilakukan karena informasi yang beredar bahwa minyakita yang didistribusikan di Jawa Tengah diduga bercampur dengan biosolar.
Dugaan ini bukan tanpa dasar, dimana warga setempat mencium aroma minyak tanah dan biosolar dari bantuan minyak goreng merek minyakita.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), Rizal P. Sukmaadijaya mengatakan untuk memastikan minyakita yang didistribusikan tidak tercampur biosolar.
Pasalnya, sebelum didistribusikan ke daerah sudah melewati dua kali pemeriksaan yaitu di lokasi produksi dan daerah penerima.
“Karena pabriknya ada di Jawa Timur kami dibantu Kawan-kawan Bulog di Jawa Timur sebelum ke NTB. Dan sampai disini pun kita ada tim untuk melakukan pengecekan. Jadi ada dua kali pengecekan yaitu di pabrik dan lokasi penerima,” katanya Rabu (1/7/2026).
Meskipun sudah dilakukan pemeriksaan, Bulog juga siap untuk melakukan penarikan jika nanti ditemukan dilapangan adanya minyakita yang bercampur dengan biosolar.
“Kalau ada seperti itu kita akan segera lakukan penarikan dan akan berkoordinasi dengan pihak pabrikannya,” katanya.
Baca Juga: BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob
Masyarakat diminta untuk tidak panik dengan kualitas minyakita yang beredar. Selain itu, tidak punic buying sehingga membeli minyak dalam jumlah banyak. Karena saat ini persediaan minyak di Gudang Bulog tercukupi hingga dua bulan kedepan.
“Tidak usah panik. Kami juga himbau kepada teman-teman semua untuk tidak panik buying. Karena tadi juga kita cek sama-sama stok tersedia dan banyak jadi setiap hari kita gelontorkan ke pasar induk di Kota Mataram,” katanya.
Stok minyak kita di Gudang Bulog saat ini mencapai 130 ribu liter. Pendistribusian minyakita paling banyak di Kota Mataram yaitu mencapai 7 – 8 ribu liter per hari.
“Kalau per hari kita keluar 7 – 8 ribu liter itu untuk di Kota Mataram. Terbesar konsumsi di Kota Mataram,” katanya.
Ia mengatakan, ratusan ribu liter minyakita yang ada di Gudang Bulog ini berasal dari empat perusahaan di Jawa Timur salah satunya seperti PT. Wilmar.
Disamping itu, isu yang beredar adanya minyakita yang bercampur biosolar tidak terdapat di NTB. Tidak saja di NTB, daerah yang mendapatkan minyakita dari perusahaan tersebut tidak ada keluhan.
“Sejauh ini kita pastikan aman. Karena tidak ada keluhan,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Minyakita Bercampur Biosolar? Ini Hasil Investigasi Bulog NTB
-
Program Makan Gratis Libur, Harga Sayur di Lombok Anjlok Parah
-
Kisah BRI Dampingi PMI Bangun Usaha, Dari Pekerja Migran Jadi Entrepreneur
-
Likuiditas Perbankan Diperkuat, BRI Optimistis Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
-
Investasi Kapal Miliaran Sia-sia? Ini Penyebab Utama Kapal Menumpuk di Pelabuhan Ketapang