Muhammad Yunus
Selasa, 19 Mei 2026 | 20:13 WIB
Kondisi ruang kelas SMA Negeri 7 Mataram setelah atap roboh [Suarabali.id/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Atap tiga ruang kelas SMA Negeri 7 Mataram roboh pada Selasa (19/5/2026) siang saat jam istirahat berlangsung.
  • Insiden tersebut menyebabkan empat siswa terluka, dengan satu orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit.
  • Pemerintah Provinsi NTB akan segera melakukan rehabilitasi bangunan dan mengevaluasi seluruh fasilitas sekolah yang sudah tua.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTB H. Didi Sumardi meminta agar perbaikan bisa segera dilakukan sehingga agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar.

Seluruh kerusakan yang terjadi sudah didata dan akan segera diintervensi pemprov NTB.

“Sudah menjadi atensi kadis PUPR. Kategorinya rusak ringan ini. Bagaimana segera direhabilitasi,” katanya.

Ia menyarankan, perbaikan ruang belajar tersebut bisa dilakukan pada saat masa libur sekolah sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Menurut mantan Ketua DPRD Kota Mataram ini, kerusakan yang terjadi diduga karena usia bangunan yang sudah cukup tua.

Dibangun pada tahun 2006 lalu dan saat ini sudah berusia sekitar 20 tahun.

“Ini sudah 20 tahun lebih dan ini sudah lama,” katanya.

Pemprov NTB dalam hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan melakukan evaluasi seluruh bangunan sekolah baik SMA, SMK dan SLB di NTB.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi kejadian tersebut terjadi kembali.

Baca Juga: Bukan Cuma Buku dan Seragam, Lakukan 5 Hal Ini Agar Mental Anak Siap Hadapi Tahun Ajaran Baru

“Pemeriksaan ini khususnya bangunan yang masuk kategori lama atau tua,” katanya.

Kontributor : Buniamin

Load More