Muhammad Yunus
Senin, 20 April 2026 | 12:49 WIB
Ilustrasi: Unila mengadakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) seleksi mandiri yang diikuti 3.600 calon mahasiswa. [Dok Unila]
Baca 10 detik
  • Peserta yang gagal dalam seleksi SNBP 2026 dapat mencoba kembali melalui jalur SNBT pada tahun tersebut.
  • Ujian SNBT 2026 mencakup Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi yang terdiri dari berbagai subtes kemampuan akademik.
  • Hasil ujian menentukan kelulusan calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri dengan mengukur penalaran serta pemahaman literasi peserta.

SuaraBali.id - Bagi pelajar yang tidak berhasil lolos Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP 2026, masih ada kesempatan untuk mencoba jalur SNBT.

Materi tes dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026 terdiri atas dua komponen, yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi.

Dalam Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis tes, diantaranya yakni Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris hingga Penalaran Matematika.

Berikut contoh soal Pemahaman Bacaan dan Menulis SNBT yang pernah muncul:

1. TEKS 4

(1) Resiliensi psikologis adalah kemampuan individu untuk bangkit kembali dari tekanan atau trauma secara adaptif. (2) Faktor internal seperti regulasi emosi dan efikasi diri sangat menentukan tingkat resiliensi seseorang di tengah krisis. (3) Selain itu, dukungan sosial dari lingkungan terdekat juga berperan sebagai buffer pelindung terhadap stresor eksternal. (4) Namun, pengembangan resiliensi memerlukan proses pembelajaran yang berkesinambungan dan tidak instan. (5) Oleh karena itu, integrasi pendidikan kesehatan mental dalam kurikulum sekolah sangat diperlukan untuk membangun ketahanan mental generasi muda. (6) Tanpa adanya mekanisme koping yang sehat, individu akan rentan mengalami degradasi kesejahteraan psikologis jangka panjang.

Apa alasan utama kalimat (1) disebut sebagai kalimat definisi?

A. Menggunakan konjungsi ‘untuk’ di tengah.

B. Adanya kata ‘psikologis’ di bagian awal.

Baca Juga: Kunci Jawaban Soal UTBK SNBT: Pengetahuan Kuantitatif

C. Menggunakan kopula ‘adalah’ sebagai P.

D. Mempunyai struktur subjek yang panjang.

E. Menjelaskan cara kerja sebuah trauma.

Jawaban:

C. Menggunakan kopula ‘adalah’ sebagai P.

Pembahasan:

Kalimat definisi adalah kalimat yang memberikan penjelasan atau batasan mengenai suatu istilah atau konsep. Ciri utama yang paling menonjol dari kalimat definisi dalam bahasa Indonesia adalah penggunaan verba definitif atau kopula, yaitu kata adalah, ialah, yaitu, atau merupakan.

Pada kalimat (1), kata adalah berfungsi sebagai predikat (P) yang menghubungkan subjek (S) dengan pelengkap atau keterangan yang menjelaskan makna dari subjek tersebut.

Struktur kalimat tersebut secara jelas mendefinisikan istilah resiliensi psikologis sebagai kemampuan individu untuk bangkit kembali dari tekanan atau trauma secara adaptif.

Penggunaan kopula ini secara gramatikal menandai bahwa kalimat tersebut bertujuan untuk memberikan pengertian atau batasan makna dari istilah yang dibahas.

2. Manakah penulisan kata majemuk yang tidak tepat menurut kaidah bahasa Indonesia?

A. Ibu membelikan adik buku gambar baru.

B. Kerja sama tim sangatlah dibutuhkan.

C. Simpang siur berita itu sangat meresahkan.

D. Ibu guru memberikan tanda tangan tadi.

E. Kami sedang belajar tentang tata bahasa.

Jawaban:

B. Kerja sama tim sangatlah dibutuhkan.

Pembahasan:

Dalam kaidah bahasa Indonesia, penulisan kata majemuk yang berdiri sendiri (tidak mendapatkan awalan atau akhiran secara serentak) harus ditulis terpisah.

Namun, jika kata majemuk tersebut mendapatkan awalan dan akhiran secara bersamaan (konfiks), maka penulisannya harus digabung.

3. TEKS 2

(1) Graphene sering kali disebut sebagai material ajaib abad ini karena kombinasi sifat mekanis dan elektriknya yang luar biasa. (2) Material ini terdiri atas satu lapis atom karbon yang tersusun dalam kisi heksagonal yang sangat kuat namun fleksibel. (3) Konduktivitas termal dan listrik graphene melampaui material konvensional lainnya sehingga sangat potensial untuk revolusi elektronik. (4) Akan tetapi, memproduksi graphene dalam skala industri besar sekali masih menghadapi tantangan biaya operasional yang sangat tinggi. (5) Para ilmuwan terus mengeksplorasi metode deposisi uap kimia untuk mendapatkan lapisan graphene berkualitas tinggi secara lebih efisien. (6) Di sisi lain, integrasi graphene dalam teknologi baterai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan energi secara drastis.

Kalimat yang mengandung konjungsi intrakalimat yang berfungsi menyatakan pertentangan adalah ....

A. Kalimat (1)

B. Kalimat (2)

C. Kalimat (3)

D. Kalimat (4)

E. Kalimat (6)

Jawaban:

D. Kalimat (4)

Pembahasan:

Konjungsi intrakalimat yang menyatakan pertentangan adalah kata hubung yang menghubungkan dua klausa atau bagian kalimat yang memiliki makna berlawanan. Dalam teks tersebut, kita perlu mencari kalimat yang mengandung kata seperti "tetapi", "namun", "akan tetapi", atau "sedangkan".

4. Urutkan kalimat-kalimat berikut agar menjadi paragraf deduktif yang koheren!

(1) Salah satu penyebab utamanya adalah degradasi habitat akibat ekspansi perkebunan skala besar.
(2) Penurunan populasi satwa endemik di wilayah hutan tropis telah mencapai level yang kritis.
(3) Akibatnya, keseimbangan ekosistem terganggu dan rantai makanan lokal terancam runtuh.
(4) Selain itu, perburuan liar yang tidak terkendali mempercepat kepunahan spesies langka tersebut.
(5) Oleh karena itu, perlindungan area konservasi harus diperketat melalui penegakan hukum yang tegas.

Urutan yang paling tepat adalah ....

A. 2-1-3-4-5

B. 2-1-4-3-5

C. 2-4-1-3-5

D. 1-2-4-3-5

E. 2-3-1-4-5

Jawaban:

B. 2-1-4-3-5

Pembahasan:

Paragraf deduktif memiliki pola pengembangan dari pernyataan umum ke pernyataan khusus. Kalimat utama yang bersifat umum dan menjadi topik bahasan utama adalah kalimat (2), yaitu mengenai penurunan populasi satwa endemik.

Setelah kalimat (2), diperlukan penjelasan mengenai penyebab penurunan tersebut. Kalimat (1) menjelaskan penyebab utama, yaitu degradasi habitat, sedangkan kalimat (4) menambahkan penyebab lainnya, yaitu perburuan liar. Setelah memaparkan penyebab, kalimat (3) menjelaskan dampak atau akibat dari penurunan populasi tersebut terhadap ekosistem. Terakhir, kalimat (5) memberikan solusi atau simpulan atas permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya.

5. Perhatikan penulisan kalimat di bawah ini!

"Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menekankan bahwa program re-boisasi di kawasan hutan lindung harus di-sinergikan dengan pemerintah daerah setempat agar hasil-nya maksimal."

Penulisan kata yang benar sesuai kaidah adalah ....

A. reboisasi, hutan lindung, disinergikan, hasilnya

B. re-boisasi, hutan-lindung, disinergikan, hasil

C. reboisasi, hutan lindung, di sinergikan, hasil

D. re-boisasi, hutan lindung, disinergikan, hasil

E. reboisasi, hutan lindung, di-sinergikan, hasil

Jawaban:

A. reboisasi, hutan lindung, disinergikan, hasilnya

Pembahasan:

Kesalahan penulisan dalam kalimat tersebut terletak pada penggunaan tanda hubung dan pemisahan kata yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau EYD.

Berikut adalah analisis perbaikan kata:

· Kata reboisasi merupakan bentuk terikat yang harus ditulis serangkai dengan kata dasarnya, sehingga penulisan re-boisasi salah.

· Frasa hutan lindung adalah kata majemuk yang tidak memerlukan tanda hubung karena bukan merupakan kesatuan yang membentuk makna baru yang harus disatukan dengan tanda hubung.

· Kata disinergikan merupakan kata kerja pasif yang mendapatkan awalan di-, sehingga harus ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Penulisan di-sinergikan atau di sinergikan adalah salah.

· Kata hasilnya merupakan kata dasar yang mendapatkan akhiran -nya, sehingga harus ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Penulisan hasil-nya salah.

6. TEKS 3

(1) Bioinformatika merupakan disiplin ilmu yang mengintegrasikan biologi molekuler, statistika, dan teknologi informasi untuk menganalisis data biologis skala besar. (2) Penggunaan algoritma komputasi memungkinkan para peneliti untuk mensekuensing genom manusia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. (3) Hal ini sangat krusial bagi pengembangan pengobatan presisi yang disesuaikan dengan profil genetik individu pasien. (4) Namun, manajemen data yang masif memerlukan infrastruktur penyimpanan awan yang reliabilitas dan aman. (5) Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas disiplin untuk memastikan integritas dan etika penggunaan data genomik. (6) Tanpa regulasi yang ketat, informasi genetik yang sensitif dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hubungan logis antara kalimat (1) dan kalimat (2) adalah ....

A. Analisis terhadap suatu masalah pokok

B. Pemberian bukti nyata dari definisi

C. Pertentangan metode dalam disiplin

D. Uraian sebab akibat dari sebuah riset

E. Pilihan alternatif dalam analisis data

Jawaban:

B. Pemberian bukti nyata dari definisi

Pembahasan:

Kalimat (1) memberikan definisi mengenai bioinformatika sebagai disiplin ilmu yang mengintegrasikan biologi molekuler, statistika, dan teknologi informasi untuk menganalisis data biologis. Kalimat (2) kemudian menjelaskan bagaimana penerapan algoritma komputasi (bagian dari teknologi informasi) dalam praktik nyata memungkinkan peneliti melakukan sekuensing genom dengan kecepatan tinggi. Dengan demikian, kalimat (2) berfungsi sebagai contoh konkret atau bukti penerapan dari definisi yang dipaparkan pada kalimat (1).

7. TEKS 1

(1) Kedaulatan data di era algoritma transformatif menjadi isu geopolitik yang sangat krusial bagi negara berkembang. (2) Aliran data lintas batas sering kali men-subordinasikan kepentingan nasional di bawah dominasi korporasi teknologi global. (3) Untuk mengatasi hal ini, diperlukan standarisasi infrastruktur siber yang mampu melakukan enkripsi data pada tingkat fundamental. (4) Meskipun regulasi perlindungan data pribadi telah disahkan, namun implementasi teknis di lapangan masih menghadapi kendala-kendala yang sangat kompleks sekali. (5) Para ahli menyarankan perlunya audit algoritma secara berkala untuk meminimalisir bias dan diskriminasi sistemik. (6) Selain itu, penguatan literasi digital tingkat lanjut bagi aparatur negara menjadi syarat mutlak dalam menjaga integritas informasi publik. (7) Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang berkeadilan dan mandiri. (8) Tanpa kedaulatan data, sebuah bangsa akan kehilangan kontrol atas aset strategis di masa depan.

Kata berimbuhan yang penulisannya salah pada teks tersebut adalah ....

A. men-subordinasikan, standarisasi, dan enkripsi

B. standarisasi, meminimalisir, dan kendala-kendala

C. men-subordinasikan, standarisasi, dan meminimalisir

D. enkripsi, meminimalisir, dan men-subordinasikan

E. kendala-kendala, standarisasi, dan enkripsi data

Jawaban:

C. men-subordinasikan, standarisasi, dan meminimalisir

Pembahasan:

Kesalahan penulisan kata berimbuhan dalam teks tersebut terletak pada kata men-subordinasikan, standarisasi, dan meminimalisir. Berikut adalah penjelasannya:

· Kata men-subordinasikan salah karena imbuhan me- yang bertemu dengan kata dasar berawalan konsonan s seharusnya luluh menjadi menyubordinasikan.

· Kata standarisasi tidak baku karena merupakan serapan yang tidak tepat dari kata standardization. Bentuk baku dalam bahasa Indonesia adalah standardisasi (menggunakan huruf d).

· Kata meminimalisir tidak baku karena akhiran -isir dalam bahasa Indonesia seharusnya diserap menjadi -isasi. Bentuk baku yang benar adalah meminimalisasi.


8. TEKS 1

(1) Kedaulatan data di era algoritma transformatif menjadi isu geopolitik yang sangat krusial bagi negara berkembang. (2) Aliran data lintas batas sering kali men-subordinasikan kepentingan nasional di bawah dominasi korporasi teknologi global. (3) Untuk mengatasi hal ini, diperlukan standarisasi infrastruktur siber yang mampu melakukan enkripsi data pada tingkat fundamental. (4) Meskipun regulasi perlindungan data pribadi telah disahkan, namun implementasi teknis di lapangan masih menghadapi kendala-kendala yang sangat kompleks sekali. (5) Para ahli menyarankan perlunya audit algoritma secara berkala untuk meminimalisir bias dan diskriminasi sistemik. (6) Selain itu, penguatan literasi digital tingkat lanjut bagi aparatur negara menjadi syarat mutlak dalam menjaga integritas informasi publik. (7) Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang berkeadilan dan mandiri. (8) Tanpa kedaulatan data, sebuah bangsa akan kehilangan kontrol atas aset strategis di masa depan.

Kalimat (4) pada teks di atas tidak efektif karena mengandung unsur ....

A. Ketidaksejajaran bentuk kata dalam struktur rincian

B. Penggunaan dua konjungsi yang bersifat kontradiktif

C. Ketiadaan subjek yang jelas akibat perluasan predikat

D. Penggunaan keterangan yang bermakna ganda atau ambigu

E. Pemborosan kata pada frasa yang menyatakan intensitas

Jawaban:

E. Pemborosan kata pada frasa yang menyatakan intensitas

Pembahasan:

Kalimat (4) berbunyi: "Meskipun regulasi perlindungan data pribadi telah disahkan, namun implementasi teknis di lapangan masih menghadapi kendala-kendala yang sangat kompleks sekali."

Ketidakefektifan kalimat tersebut terletak pada penggunaan kata "sangat" dan "sekali" secara bersamaan dalam frasa "sangat kompleks sekali". Dalam kaidah bahasa Indonesia, penggunaan dua kata yang memiliki fungsi sebagai penanda intensitas (superlatif) secara berurutan dianggap sebagai pemborosan kata atau pleonasme. Seharusnya, cukup gunakan salah satu saja, yaitu "sangat kompleks" atau "kompleks sekali".

9. TEKS 3

(1) Bioinformatika merupakan disiplin ilmu yang mengintegrasikan biologi molekuler, statistika, dan teknologi informasi untuk menganalisis data biologis skala besar. (2) Penggunaan algoritma komputasi memungkinkan para peneliti untuk mensekuensing genom manusia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. (3) Hal ini sangat krusial bagi pengembangan pengobatan presisi yang disesuaikan dengan profil genetik individu pasien. (4) Namun, manajemen data yang masif memerlukan infrastruktur penyimpanan awan yang reliabilitas dan aman. (5) Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas disiplin untuk memastikan integritas dan etika penggunaan data genomik. (6) Tanpa regulasi yang ketat, informasi genetik yang sensitif dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Informasi inti yang ingin disampaikan dalam kalimat (5) adalah ....

A. Kolaborasi memastikan integritas data.

B. Data genomik memerlukan sebuah etika.

C. Langkah lintas disiplin diperlukan sekali.

D. Kolaborasi diperlukan bagi genomik.

E. Kolaborasi lintas disiplin diperlukan.

Jawaban:

E. Kolaborasi lintas disiplin diperlukan.

Pembahasan:

Kalimat (5) berbunyi: "Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas disiplin untuk memastikan integritas dan etika penggunaan data genomik." Inti dari sebuah kalimat dapat ditemukan dengan mencari subjek dan predikat utama yang menjadi pokok pembicaraan. Dalam kalimat tersebut, subjek yang dibahas adalah kolaborasi lintas disiplin, sedangkan predikat atau tindakan yang diperlukan adalah diperlukan. Frasa "untuk memastikan integritas dan etika penggunaan data genomik" berfungsi sebagai keterangan tujuan dari kolaborasi tersebut. Oleh karena itu, informasi inti yang paling tepat dan mencakup pokok pikiran kalimat tersebut adalah perlunya kolaborasi lintas disiplin.

10. TEKS 4

(1) Resiliensi psikologis adalah kemampuan individu untuk bangkit kembali dari tekanan atau trauma secara adaptif. (2) Faktor internal seperti regulasi emosi dan efikasi diri sangat menentukan tingkat resiliensi seseorang di tengah krisis. (3) Selain itu, dukungan sosial dari lingkungan terdekat juga berperan sebagai buffer pelindung terhadap stresor eksternal. (4) Namun, pengembangan resiliensi memerlukan proses pembelajaran yang berkesinambungan dan tidak instan. (5) Oleh karena itu, integrasi pendidikan kesehatan mental dalam kurikulum sekolah sangat diperlukan untuk membangun ketahanan mental generasi muda. (6) Tanpa adanya mekanisme koping yang sehat, individu akan rentan mengalami degradasi kesejahteraan psikologis jangka panjang.

Makna kata buffer pada kalimat (3) adalah ....

A. Penyeimbang situasi

B. Penyaring informasi

C. Penyangga pelindung

D. Pendorong emosional

E. Pengalih perhatian

Jawaban:

C. Penyangga pelindung

Pembahasan:

Kata buffer dalam konteks kalimat (3) merujuk pada sesuatu yang berfungsi untuk mengurangi dampak negatif atau tekanan dari stresor eksternal. Dalam psikologi, dukungan sosial berperan sebagai pelindung yang meminimalisir efek buruk dari tekanan hidup agar individu tidak langsung mengalami gangguan psikologis.

Kontributor : Kanita

Load More