- Peserta yang gagal dalam seleksi SNBP 2026 dapat mencoba kembali melalui jalur SNBT pada tahun tersebut.
- Ujian SNBT 2026 mencakup Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi yang terdiri dari berbagai subtes kemampuan akademik.
- Hasil ujian menentukan kelulusan calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri dengan mengukur penalaran serta pemahaman literasi peserta.
SuaraBali.id - Bagi pelajar yang tidak berhasil lolos Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP 2026, masih ada kesempatan untuk mencoba jalur SNBT.
Materi tes dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026 terdiri atas dua komponen, yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi.
Dalam Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis tes, diantaranya yakni Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris hingga Penalaran Matematika.
Berikut contoh soal Pemahaman Bacaan dan Menulis SNBT yang pernah muncul:
1. TEKS 4
(1) Resiliensi psikologis adalah kemampuan individu untuk bangkit kembali dari tekanan atau trauma secara adaptif. (2) Faktor internal seperti regulasi emosi dan efikasi diri sangat menentukan tingkat resiliensi seseorang di tengah krisis. (3) Selain itu, dukungan sosial dari lingkungan terdekat juga berperan sebagai buffer pelindung terhadap stresor eksternal. (4) Namun, pengembangan resiliensi memerlukan proses pembelajaran yang berkesinambungan dan tidak instan. (5) Oleh karena itu, integrasi pendidikan kesehatan mental dalam kurikulum sekolah sangat diperlukan untuk membangun ketahanan mental generasi muda. (6) Tanpa adanya mekanisme koping yang sehat, individu akan rentan mengalami degradasi kesejahteraan psikologis jangka panjang.
Apa alasan utama kalimat (1) disebut sebagai kalimat definisi?
A. Menggunakan konjungsi ‘untuk’ di tengah.
B. Adanya kata ‘psikologis’ di bagian awal.
Baca Juga: Kunci Jawaban Soal UTBK SNBT: Pengetahuan Kuantitatif
C. Menggunakan kopula ‘adalah’ sebagai P.
D. Mempunyai struktur subjek yang panjang.
E. Menjelaskan cara kerja sebuah trauma.
Jawaban:
C. Menggunakan kopula ‘adalah’ sebagai P.
Pembahasan:
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau