Muhammad Yunus
Selasa, 07 April 2026 | 10:01 WIB
Ilustrasi: suasana belajar yang dilalui sesi di kampus Universitas Sriwijaya
Baca 10 detik
  • Calon mahasiswa perlu meningkatkan nilai rapor serta berlatih soal tes seleksi demi menunjang keberhasilan masuk perguruan tinggi negeri.
  • Siswa wajib melakukan riset jurusan sesuai minat, memahami jalur seleksi, serta menerapkan jadwal belajar konsisten setiap harinya.
  • Persiapan dokumen penting seperti kartu identitas dan data sekolah harus dilakukan agar proses administrasi pendaftaran berjalan lancar.

SuaraBali.id - Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau PTN bukan hanya menyiapkan fisik dan mental saja.

Banyak hal lain yang perlu dipersiapkan seperti, akademis, non akademis hingga persiapan administrasi.

Meskipun mempersiapkan mental juga menjadi hal penting. Sebelum masuk PTN, ubah mental anak ‘sekolahan’ menjadi anak ‘kuliahan’.

Pasalnya, apapun yang biasa diterapkan didunia sekolah akan jauh berbeda dengan yang diterapkan di kampus.

Berikut hal – hal yang perlu dipersiapkan sebelum masuk PTN:

1. Akademik

Persiapan akademik ini meliputi nilai – nilai rapor selama sekolah yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan agar berpeluang masuk melalui jalur SNBP.

Selain itu, anda juga mulai mempersiapkan materi SNBT, fokus pada Tes Potensi Skolastik, literasi Bahasa Indonesia/Inggris, dan penalaran Matematika.

Selain itu, ikuti banyak Latihan soal dan tryout untuk membiasakan diri dengan tipe soal dan manajemen waktu.

Baca Juga: Gagal SNBP 2026? Jangan Menyerah, Ini 6 Strategi Ampuh Lolos SNBT

Apabila memiliki sertifikat prestasi, kumpulkan untuk menambah poin SNBP.

2. Non Akademik

Persiapan non Akademik ini bisa dengan mulai mengenali bakat dan minat anda.

Riset mengenai jurusan apa yang akan dipilih, apakah sudah sesuai dengan bakat dan minat, agar tidak salah jurusan.

Selain itu, jangan sampai salah memilih jalur. Pahami terlebih dahulu soal persyaratan SNBP (Prestasi/rapor), SNBT (tes) maupun seleksi mandiri.

Atur jadwal belajar yang disiplin, konsistensi (1-2 jam/hari) lebih efektif daripada belajar sistem kejar semalam.

Load More