Ni Luh Djelantik [Tangkap layar Instagram @Foto profil niluhdjelantik]
Baca 10 detik
- Gubernur Bali mendorong masyarakat mengurangi konsumsi nasi dan beralih ke singkong dan jagung sebagai transformasi pola makan.
- Politisi Ni Luh Djelantik mengkritik fokus pada pola makan sebelum menyelesaikan isu kesejahteraan dan regenerasi petani Bali.
- Djelantik mengusulkan pembentukan akademi tani, perbaikan irigasi, dan stabilisasi harga beras demi petani.
Dalam unggahan yang sama, ia turut menyinggung soal Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk subak yang sebelumnya disebut mengalami pemotongan dari Rp50 juta per tahun menjadi Rp15 juta per tahun.
“Mengembalikan BKK Subak kembali menjadi Rp50 juta per tahun per subak yang sekarang hanya Rp15 juta per tahun. Pakai PWA ada kok uangnya,” tulisnya.
Di akhir pernyataannya, Mbok Niluh menegaskan bahwa wacana perubahan pola konsumsi pangan sebaiknya dibicarakan setelah persoalan kesejahteraan petani terselesaikan.
“Kalau sudah beres urusan kesejahteraan petani, baru bicara urusan singkong dan jagung yang kami juga biasa makan,” tegasnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat
-
Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani
-
9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya
-
Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren