Muhammad Yunus
Selasa, 24 Maret 2026 | 16:13 WIB
Ilustrasi perut buncit (Pexels/Towfiqu barbhuiya)
Baca 10 detik
  • Hidangan Lebaran kaya santan dan tepung menyebabkan kenaikan berat badan dan perut buncit setelah puasa.
  • Mengatasi perut buncit pasca Lebaran dapat dilakukan melalui lima jenis olahraga efektif seperti latihan beban dan burpee.
  • Setelah momen perayaan, pengaturan kembali pola makan sehat dengan banyak serat dan protein rendah lemak sangat dianjurkan.

3. Scissor Kicks

Latihan Scissor Kicks juga dapat menjadi Solusi perut buncit. Scissor Kicks dapat dilakukan dengan mengangkat kaki sambil berbaring.

Mulailah dengan berbaring telentang dengan kedua kaki terentang dan telapak kaki rapat. Letakkan telapak tangan menghadap ke bawah di kedua sisi tubuh atau di bawah pantat untuk menopang.

Kemudian angkat tulang belikat dan kepala dari lantai, serta kaki dari lantai.

4. Latihan Aerobik

Latihan Aerobik juga dapat membantu menghilangkan lemak diperut. Setidaknya dalam sehari Latihan Aerobik bisa dilakukan selama 30 menit.

Menurut penelitian, Latihan Aerobik mampu mengurangi penumpukan lemak perut dan lemak hati. Contoh Latihan Aerobik dapat berupa jalan cepat, berlari, bersepeda dan berenang.

5. Lari di Treadmill

Olahraga yang satu ini tengah digandrungi dikalangan para generasi Z. Iya, rupanya lari cepat di Treadmill juga menjadi Solusi yang efektif untuk perut buncit.

Baca Juga: Jadi Magnet Baru! Kenapa Kapibara Bikin Bali Zoo Diserbu Wisatawan Saat Lebaran?

Dengan lari cepat anda dapat membakar kalori dan lemak, menurunkan berat badan serta memperkuat otot.

Alasan untuk balas dendam pasca puasa di Hari Raya telah usai. Kini saatnya anda mulai mengatur lagi pola makan yang sehat.

Kurangi konsumsi kue - kue kering, masakan bersantan, serta menjaga pola makan.

Perbanyak lagi makan makanan berserat seperti buah dan sayuran. Selain itu, cukupi dengan mengonsumsi makanan tinggi protein rendah lemak, seperti Ikan, Dada ayam dan Tempe.

Tak kalah pentingnya yaitu cukupkan minum air putih untuk detoksifikasi dan Metabolisme.

Kontributor : Kanita

Load More