- Penglingsir, sulinggih, dan tokoh lintas agama berdoa bersama di Pura Penyusuhan, Buleleng, Bali, atas inisiatif Ida Bagus Putu Dunia.
- Doa bersama ini bertujuan mengawal pembangunan Bandara Internasional Bali Utara sebagai solusi pemerataan ekonomi dan pariwisata nasional.
- Bandara Bali Utara direncanakan menjadi hub strategis pariwisata dan perdagangan Indonesia bagian timur, bukan hanya kepentingan regional.
SuaraBali.id - Belasan penglingsir Bali yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-jebag Bali, para sulinggih dan pedanda dari berbagai wilayah Bali, serta tokoh-tokoh lintas agama berdoa bersama untuk Nusantara di Pura Penyusuhan di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.
Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia yang menginisiasi kegiatan doa bersama tersebut dalam keterangannya di Denpasar, mengatakan doa yang dipanjatkan itu tidak hanya berangkat dari kegelisahan atas bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia.
Seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tetapi ada satu niat besar lain yang mengemuka mengawal secara spiritual pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.
Putu Dunia menegaskan doa untuk bandara ini bukan kepentingan sempit wilayah, melainkan ikhtiar strategis untuk masa depan Indonesia.
“Bali selama puluhan tahun menopang pariwisata nasional, tetapi beban itu terlalu berat ditanggung oleh Bali Selatan. Ketimpangan ini tidak sehat bagi Bali, bagi alam, dan bagi Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan Bandara Internasional Bali Utara harus kita kawal, bukan hanya dengan kebijakan, tetapi juga dengan doa,” ujar Putu Dunia.
Menurut dia, selama ini denyut pariwisata dan ekonomi Bali bertumpu hampir sepenuhnya di wilayah selatan.
Bandara I Gusti Ngurah Rai, sebagai pintu utama menghadapi keterbatasan struktural seperti dikelilingi laut dan kawasan permukiman, ruang pengembangan fisik yang sangat terbatas, serta tekanan kapasitas penumpang yang terus meningkat.
Dalam kondisi puncak, bandara ini bekerja mendekati batas maksimalnya, menyisakan risiko kepadatan, keterlambatan, dan tekanan lingkungan.
Ketimpangan ini pun berdampak berlapis seperti kemacetan kronis di Bali Selatan, tekanan terhadap daya dukung lingkungan, serta ketertinggalan pembangunan di wilayah utara, barat, dan timur Bali.
Baca Juga: Bali Akan Dihantam Cuaca Ekstrem? Ini Penjelasan BMKG
Oleh karena itu, kehadiran Bandara Internasional Bali Utara dipandang sebagai jalan korektif, bukan sekadar alternatif teknis, melainkan strategi pemerataan dan keberlanjutan.
Putu Dunia menekankan bandara ini memiliki makna geopolitik dan geoekonomi nasional.
“Bandara Bali Utara tidak dirancang hanya untuk melayani Bali. Ia disiapkan sebagai hub lalu lintas pariwisata dan perdagangan Indonesia, terutama untuk Indonesia bagian timur, NTT, Maluku, Papua. Ini adalah simpul konektivitas baru Nusantara,” katanya, Minggu (18/1).
Dengan posisi geografis yang strategis, Bali Utara dinilai lebih efektif menjadi penghubung arus manusia, barang, dan logistik antara barat dan timur Indonesia.
Dalam konteks ini, bandara bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi instrumen persatuan ekonomi nasional.
Pandangan senada disampaikan Raja Klungkung Ida Dalem Semara Putra yang mengingatkan pentingnya menempatkan pembangunan dalam kerangka keseimbangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern