Muhammad Yunus
Selasa, 02 Desember 2025 | 16:24 WIB
Generasi tahun 1990 hingga 2010 (Generasi Z) menciptakan tren fashion 2025 untuk menunjukkan identitas pribadinya serta bernostalgia [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Generasi Z di tahun 2025 menunjukkan identitas melalui tren fesyen yang menggabungkan gaya populer seperti Streetwear dan Athleisure.
  • Tren fesyen yang populer lainnya bagi Gen Z pada tahun 2025 meliputi gaya nostalgia Y2K serta pilihan gaya otentik dari busana Vintage.
  • Gaya fesyen Gen Z juga mencakup Minimalis Klasik yang simpel dan Dopamine Dressing melalui penggunaan warna-warna cerah untuk meningkatkan mood.

SuaraBali.id - Generasi tahun 1990 hingga 2010 (Generasi Z) menciptakan tren fashion 2025 untuk menunjukkan identitas pribadinya serta bernostalgia.

Gen Z bukan hanya memilih gaya berpakaian yang stylish saja, namun juga tetap mengutamakan kenyamanan dan kesesuaian untuk dipakai di berbagai acara, baik formal maupun santai.

Berikut beberapa tren fashion Gen Z yang masih terus bertahan di 2025:

1. Streetwear dan Athleisure

Salah satu tren fashion yang tengah populer ditengah kalangan Gen Z yakni Streetwear dan Athleisure.

Tren ini merujuk pada aspek modis sekaligus nyaman yakni dari pakaian olahraga.

Bukan hanya digunakan untuk aktivitas olahraga saja, namun juga cocok digunakan untuk waktu santai.

Biasanya baju dengan gaya ini terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, elastis dan breathable.

Seperti contohnya, spandex, polyester, dan katun. Selain itu, model – model baju yang dikenakan yakni oversized seperti kaos, hoodie dan celana baggy.

Baca Juga: Tren Sandal Perempuan 2025: Slip On Hingga Sporty Casual

Gaya ini menggabungkan elemen hip – hop dan olahraga.

Sentuhan Dark Arts Hadir di Dunia Streetwear. (Dok. THESILVERSKY)

2. Gaya Y2K

Gaya Y2K Kembali populer di Tahun 2025. Y2K ini sendiri adalah singkatan dari ‘Year 2000s’, sehingga mengacu pada era fashion dan gaya awal tahun 2000an.

Tren fashion ini dianggap sebagai tren yang membawa nostalgia bagi mereka yang mengalami era tersebut.

Gaya ini mencakup berbagai fashion item seperti pakaian ketat dan crop, celana low-rise serta aksesoris yang mencolok seperti tas berukuran besar, kacamata hitam besar dan perhiasan berlebihan.

3. Vintage

Gaya Vintage masih menjadi tren di Tahun 2025. Meskipun menawarkan gaya yang otentik, nyatanya masih menjadi pilihan di kalangan Gen Z.

Gaya yang digandrungi para Gen Z ini menggabungkan sentuhan klasik dengan nuansa modern, sehingga gaya vintage masih bisa menciptakan estetika yang unik dan menarik.

Pakaian dengan gaya Vintage ini biasanya memiliki warna yang lebih hangat dan lembut, seperti merah, tosca, peach maupun merah muda.

Kalangan Gen Z yang sangat mengidolakan gaya Vintage ini berburu pakaian bekas (thrifting) untuk mengekspresikan gaya yang unik.

OOTD kemeja wispie dan celana cutbray gaya vintage [Ilustrasi by Google AI Studio]

4. Minimalis Klasik

Gaya Minimalis dan Klasik ini menunjukkan style yang lebih simple.

Biasanya fashion dengan gaya ini tampil dengan palet warna netral, selain itu juga pakaian vintage dengan motif floral (cottagecore).

Sampai saat ini gaya minimalis klasik menjadi tonggak yang tidak pernah pudar.

Gayanya yang timeless mampu bertahan dan terus mempesona dari generasi ke generasi.

5. Dopamine Dressing

Dopamine Dressing dimaknai sebagai seni dalam menciptakan kebahagiaan, atau peningkatan mood melalui pakaian.

Salah satu mengekspresikan Dopamine Dressing ini adalah dengan penggunaan warna – warna cerah dan berani. Contohnya seperti warna hot pink, electric blue dan limoncello yellow.

Pemilihan warna – warna cerah dan berani tersebut untuk meningkatkan mood dan kepercayaan diri.

Kontributor : Kanita

Load More