- Budi Arie tegas membantah terlibat judi online (judol); proses hukum sudah vonis, dia hanya diperiksa sekali.
- Budi Arie klaim dirinya diframing soal judol; menuduh penuduh paling kencang yang justru terlibat judol.
- Jaksa ungkap dugaan jatah 50% untuk Budi Arie dari mafia akses judol saat Menkominfo, menurut surat dakwaan.
SuaraBali.id - Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dengan kasus Judi Online (Judol).
Menurut Budi Arie semua proses hukum soal judol sudah berjalan dan semuanya telah divonis, sehingga secara tidak langsung dirinya terbukti tidak terlibat.
“Partai menyatakan Budi Arie akan terkena proses hukum judol, lah proses hukumnya sudah selesai, sudah divonis semuanya. Ada 15 apa 18 yang kena, detilnya saya tidak tahu, sekarang sampai Pengadilan Tinggi tinggal kasasi,” ujar Budi Arie, dikutip dari youtube Akbar Faizal Uncensored, Senin (10/11/25).
Budi Arie mengakui bahwa dirinya hanya diperiksa satu kali terkait judol tersebut dan dirinya terbukti tidak terlibat.
Maka dari itu, Budi menyebut dirinya sudah diframing soal judol.
“Semua proses hukum sudah dilakukan, saya hanya diperiksa sekali saja waktu itu di Bareskrim, saya BAP sumpah, mereka akhirnya setelah melihat berkas – berkas mereka simpulkan mentrea tidak ada, perintah baik lisan maupun tertulis juga tidak ada, ketiga tidak ada aliran dana, jadi ini framing,” urai Budi.
Budi kemudian menyebut bahwa siapa saja yang menuduh dirinya terlibat judol, maka orang tersebutlah yang justru terlibat.
“Siapapun yang munuduh (saya) ingat loh ini yang nuduh paling kenceng dia yang justru main,” ungkap Budi.
“Ini demi harga diri saya, keluarga dan anak – anak, waktunya harus dipulihkan,” tegasnya.
Baca Juga: Eros Djarot Sentil Prabowo Soal Budi Arie: Jangan Hanya Dicopot, Urusan Judol Gimana?
Budi menyarankan bahwa yang seharusnya diperiksa dan didalami adalah orang – orang yang sudah divonis, terkait kemana aliran dana tersebut.
“Yang justru harus diperiksa dan didalami itu aliran dananya kemana itu mereka – mereka itu. Jangan bilang ke saya,” ujar Budi.
“Pelaku – pelakunya itu sudah main sejak 2020. Dalamin dong, uangnya kemana mereka, pasti besar itu. Ya pasti ratusan, bahkan kalau diakumulasi semuanya bisa triliunan,” tambahnya.
Budi menegaskan bahwa dari awal pihaknya sudah memiliki prinsip tidak akan menafkahi keluarganya dengan hasil judol.
“Dari awal begini loh kita ini punya prinsip, saya sudah bilang saya tidak mau anak istri saya makan dan minum dari hasil judi, saya tidak mau,” aku Budi.
“Karena apa? Ini penghisapan terhadap rakyat, ini penipuan. Jadi semakin saya diframing, saya ini tinggal kuat – kuat aja, saya sudah yakin bahwa suatu saat akan terbongkar,” sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok
-
Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
-
Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai