- Pengamat Ekonomi sebut IKN kota aneh karena tidak punya sejarah dan tiba-tiba muncul dari hutan.
- Menurutnya, sebuah kota harus punya proses historis, tidak dibangun dalam waktu singkat.
- Media asing khawatir IKN jadi 'Ghost City', masalah yang sudah diprediksi ahli sebelumnya.
SuaraBali.id - Pengamat Ekonomi, Prof Ferry Latuhihin berpendapat bahwa sebuah wilayah bisa disebut dengan kota apabila memiliki sejarah.
Secara tidak langsung, Latuhihin menyentil soal adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Menurut Latuhihin, IKN adalah kota yang lucu dan aneh, pasalnya tiba – tiba muncul dari dalam hutan.
“Ya kalau IKN ini kan lucu, bagaimana sih tiba – tiba ada kota muncul dari dalam hutan? Kan nggak ada,” ujar Latuhihin, dikutip dari youtube Hendri Satrio Official, Jumat (7/11/25).
Latuhihin kemudian mencontohkan dengan Kota Jakarta yang lahir melalui berbagai Sejarah, mulai dari zaman penjajahan Belanda hingga menjadi kota Budaya.
“Yang namanya kota itu adalah satu, kota itu tidak tiba – tiba muncul, kota itu punya Sejarah, kayak Jakarta ini kan Sejarah penjajahan dari zaman VOC lantas berkembang menjadi suatu kota perdagangan, dari kota perdagangan muncul kota budaya,” urainya.
Menurut Latuhihin sebuah kota tidak bisa dibangun dalam satu malam. Perumpamaan itu sebagai sebutan IKN yang diciptakan hanya beberapa tahun saja.
“Itu kota loh, nggak bisa dibangun dalam satu malam,” sebut Latuhihin.
“Tiba – tiba dari hutan muncul kota, itu sudah salah,” imbuhnya.
Baca Juga: Istana Wapres IKN Lebih Mewah dari Istana Presiden? Ini Kata Profesor Sulfikar Amir
Bukan hanya Kota Jakarta, Latuhihin mengatakan bahwa semua kota pasti memiliki Sejarah sendiri – sendiri, sehingga tidak secara dadakan lahirnya.
“Yang namanya kota adalah satu historical proses. Mau ngomong kota apa saja punya sejarahnya. Misalnya Amsterdam, bagaimana kota itu dulu menjadi gate dari orang – orang Yahudi yang dikejar – kejar oleh Gereja Katolik di abad ke – 12. Mereka lari ke Amsterdam, Amsterdam terkenal dengan berlian yang luar biasa kan ya. Karena memang pekerjaan Yahudi itu ya dagang berlian, gitu loh,” urainya.
“Jadi setiap kota itu ada sejarahnya. Enggak ujuk – ujuk dari hutan tiba – tiba muncul satu kota gitu loh, ya simsalabim, hah gitu kan, itu sudah salah,” tambahnya.
Saat ditanya pendapatnya soal IKN akan dijadikan apa ke depannya, Latuhihin justru menyebut sebagai tempat panti pijat.
“Ya gini, jadiin ini saja tempat panti pijat, haha. Mungkin laris ya, haha,” jawabnya sembari bercanda.
IKN Disebut Media Asing Jadi Ghost City
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern