- Sempat sombong dan ingin berhenti, Purbaya akhirnya belajar ekonomi setengah mati di perpustakaan.
- Purbaya punya karier unik, dari insinyur, petinggi Danareksa, hingga berbagai posisi di pemerintahan.
- Sebagai Menkeu, ia mempelajari kelemahan ekonomi RI dan mengambil kebijakan tegas berdasarkan studinya.
Langkah Purbaya didunia pemerintahan dimulai sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dari Tahun 2010 hingga 2014.
Purbaya juga dipercaya menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), sebuah Lembaga nonstruktural yang turut memberikan masukan strategis bagi presiden.
Perjalanan Purbaya terbilang sangat dinamis, ia pernah menjabat sebagai Deputi di Kantor Staf Presiden (KSP) pada era kepemimpinan Luhut Binsar Pandjaitan, sebelum kemudian menjadi Staf Khusus di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.
Kedekatannya dengan Luhut berlanjut saat ia ditarik ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Di Kementerian ini kariernya terus menanjak mulai dari Staf Khusus hingga akhirnya menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi.
Pengalamannya yang paling relevan dengan sektor keuangan adalah saat Purbaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Posisi ini memberikannya wawasan yang sangat mendalam mengenai stabilitas sistem keuangan nasional dan industry perbankan.
Purbaya Pelajari Kelemahan Ekonomi Indonesia Sejak Lama
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa dirinya sudah sejak lama mempelajari kelemahan ekonomi di Indonesia.
Hal ini akhirnya yang membuatnya terlihat tegas dan sigap dalam mengeluarkan setiap kebijakan soal keuangan Indonesia.
Baca Juga: Said Didu Prediksi Nasib Menkeu Purbaya di Era Prabowo: Langgeng atau Bernasib Seperti Anies?
“Enggak, saya itu sudah lama mempelajari kelamahan kita apa,” aku Purbaya.
Selama 2 hingga 3 tahun terakhir Purbaya mengakui bahwa dirinya mempelajari kelemahan ekonomi di Indonesia, salah satunya yakni Sebagian rekening di Bank Indonesia.
“Selama 2 tahun, 3 tahun terakhir itu uangnya kering di sistem. Terus saya lihat dimana uang itu berlari? Jadi missing money nya dimana? Saya lihat Sebagian rekening pemerintah di BI, Sebagian BI juga yang nyerap,” urai Purbaya.
“Jadi sewaktu menjadi Menteri Keuangan ya saya kerjakan apa yang bisa saya kerjakan kan. Yang punya saya, saya masukin ke Perbankan, tapi tidak merubah anggaran, sama sekali tidak ada stimulus,” sambungnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida