- Proyek Kereta Cepat Whoosh diduga di-mark up karena biayanya jauh lebih mahal dari proyek sejenis.
- Biaya Whoosh $51 juta/km, sementara di China hanya $23 juta/km, sehingga dilaporkan ke KPK.
- Presiden Jokowi menyetujui proyek ini karena terpesona dengan teknologinya saat kunjungan ke China.
Proyek yang rencananya selesai di tanggal 31 Mei 2019 itu menurut Anthony sempat berhenti begitu saja dengan dalih pandemi.
“Kalau projek infrastruktur biasanya kan ini fix price. Kalau ada apa segala ya anda yang menanggung, kontraktor,” jelas Anthony.
“Kecuali dalam kondisi kahar. Tapi projek ini kan rencananya selesai 31 Mei 2019. Oke ada delay saat itu 2 bulan, tapi kan belum sampai pandemi. Jadi pandemi ini tidak bisa dibilang sebagai kahar untuk projek ini. Jadi sebelum itu memang sudah ada delay dulu. Jadi ini kelihatannya memang sangat aneh,” sambungnya.
Alasan Jokowi Setujui Proyek Whoosh dengan China
Sosiolog NTU Singapura, Prof Sulfikar Amir baru – baru ini membongkar soal alasan Presiden ke 7, Joko Widodo (Jokowi) yang akhirnya memutuskan untuk membangun Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung (Whoosh).
Sulfikar menyebut bahwa sebelum akhirnya mengetahui soal Kereta Api cepat tersebut, Jokowi pernah mencobanya secara langsung.
Melihat teknologi yang begitu canggih dan belum tersedia di Indonesia, saat itu menurut Sulfikar Jokowi langsung terpesona.
“Jadi Jokowi waktu berkunjung ke China, saya lupa tahun berapa mungkin 2015. Waktu itu dia naik kereta cepat dan disitulah dia terpesona,” jelas Sulfikar, dikutip dari youtube Abraham Samad SPEAK UP, Senin (20/10/25).
“Jokowi ini kan agak naif ya kalau soal teknologi, jadi dia pikir Kereta cepat buatan China itu sudah yang pualing maju,” imbuhnya.
Baca Juga: Agus Pambagio Blak-blakan Ungkap Momen Pertemuannya dengan Jokowi Soal Whoosh
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi