- Pemprov Bali buat posko layanan terpadu 24 jam di destinasi, terhubung berbagai layanan darurat.
- Tujuannya ciptakan pariwisata berkualitas, atasi risiko keamanan hingga bencana bagi wisatawan.
- Wisman 5,6 juta (Jan-Sept 2025); tantangan: keamanan, fasilitas darurat, dan koordinasi asuransi.
SuaraBali.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana membuat unit layanan terpadu dan posko pelayanan wisatawan di seluruh destinasi wisata Bali yang beroperasi selama 24 jam.
Menurut Gubernur Bali Wayan Koster, Posko tersebut akan terhubung dengan layanan kesehatan, kebencanaan, kepolisian, Satpol PP, Basarnas, hingga pihak pariwisata.
“Di setiap titik destinasi wisata wajib tersedia layanan kedaruratan yang bisa dihubungi dengan cepat melalui nomor khusus,” kata Gubernur Bali Wayan Koster.
“Kita juga siapkan aplikasi digital agar semua sistem ini bisa berjalan terintegrasi,” sambungnya dalam Rapat Penertiban dan Perlindungan Wisatawan dan Warga Negara Asing, Jumat (10/10/2025).
Koster menjelaskan pentingnya manajemen terpadu dalam pelayanan dan perlindungan wisatawan di Bali.
Menurutnya, potensi risiko yang dihadapi wisatawan sangat beragam, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, sakit, hingga bencana alam.
“Kita harus punya sistem yang memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berada di Bali baik di hotel, pantai, gunung, sungai, maupun di perjalanan dari satu titik ke titik lain, semua harus dikelola secara terpadu,” ujarnya.
Penguatan sistem perlindungan melalui posko pelayanan wisatawan sendiri merupakan bagian dari upaya mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pemprov Bali meyakini jika ini bisa dijalankan maka Bali semakin dipercaya dan dihormati di mata dunia sebagai kawasan wisata dengan manajemen yang profesional, SDM unggul dan teknologi informasi yang modern.
Baca Juga: Bukan Sekadar Monumen: Kisah Pilu & Harapan di Monumen Ground Zero, Bali
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali I Wayan Sumarajaya menambahkan sejak Januari hingga September 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 5,6 juta orang.
Wisatawan asal Australia, Tiongkok, India dan Inggris menjadi empat besar asal wisatawan terbanyak yang masuk Indonesia melalui Bali.
Sumarjaya menyampaikan penanganan terhadap WNA di Bali dilakukan secara seimbang antara perlindungan dan penegakan hukum, namun masih ada sejumlah tantangan, seperti minimnya staf keamanan di usaha pariwisata, belum optimalnya fasilitas kesehatan darurat, dan kurangnya kerja sama dengan penyedia asuransi.
Oleh karena itu ke depan Dispar Bali memastikan akan memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan, layanan asuransi, serta penambahan posko pelayanan wisatawan di DTW.
“Ke depan, semua DTW juga dilengkapi dengan sistem informasi cuaca real-time bekerja sama dengan BMKG di 81 titik wisata,” ujarnya.
Adapun berdasarkan data, sepanjang 2025 sudah ada 1.185 tindakan keimigrasian dan 406 deportasi kepada wisatawan, selain itu, tercatat 144 kasus dimana WNA menjadi korban, sebagian besar terkait kecelakaan dan tindak kekerasan. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka